Kompetisi Molor Lagi, Bendol Ancam Pulangkan Pemain
Senin, 27 April 2015 - 19:14 WIB
Kompetisi Molor Lagi, Bendol Ancam Pulangkan Pemain
A
A
A
PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Benny "Bendo" Dollo mengancam akan memulangkan para pemainnya ke rumah masing-masing, kalau saja kompetisi QNB League molor lagi. Pelatih senior mencurahkan kekecewaannya usai memimpin latihan sore di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Senin (27/4/2015).
"Tidak mungkin kita terus latihan kasihan pemain. Kalau molor lagi, saya liburkan pemain agar mereka bisa pulang ke rumah mereka masing-masing,"tegas Bendol.
Selama tidak ada kejelasan kompetisi QNB-League, Bendol tetap fokus mengajak anak asuhnya intens menggelar latihan. Ia tidak ingin ritme tim terganggu sampai kompetisi dilanjutkan.
"Ritme tim itu harus naik turun, naik turun. Jangan sampai turun itu bisa celaka. Tetapi kalau kompetisi tidak jelas. Gawat kalau saya tidak berikan pemain libur,"ujarnya.
Bendol menuturkan, anak asuhnya sudah terlihat letih dan malas-malasan berlatih. Sedangkan para pemain tahu, kompetisi yang dijalankan mereka tidak jelas arahnya.
"Mereka gamang, kasihan jadi latihan tidak konsentrasi. Saya sendiri rasakan itu. Tetapi mau bagaimana saya harus tunggu kepastian kompetisi. Makanya kita terus menggelar latihan setiap hari,"ujarnya.
Intensitas latihan yang dilakukan Bendol, menurutnya sengaja dilakukan untuk mempersiapkan tim agar lebih matang lagi. Lantaran hasil tiga laga dijalankan anak asuhnya tidak membuatnya puas dan senang.
"Banyak yang harus diperbaiki. Makanya kita terus konsentrasi tetap latihan. Sekarang kami hanya menunggu kepastian dari manajemen. Kalau kompetisi molor lagi sampai 1 bulan kita terpaksa libur,"pungkasnya.
"Tidak mungkin kita terus latihan kasihan pemain. Kalau molor lagi, saya liburkan pemain agar mereka bisa pulang ke rumah mereka masing-masing,"tegas Bendol.
Selama tidak ada kejelasan kompetisi QNB-League, Bendol tetap fokus mengajak anak asuhnya intens menggelar latihan. Ia tidak ingin ritme tim terganggu sampai kompetisi dilanjutkan.
"Ritme tim itu harus naik turun, naik turun. Jangan sampai turun itu bisa celaka. Tetapi kalau kompetisi tidak jelas. Gawat kalau saya tidak berikan pemain libur,"ujarnya.
Bendol menuturkan, anak asuhnya sudah terlihat letih dan malas-malasan berlatih. Sedangkan para pemain tahu, kompetisi yang dijalankan mereka tidak jelas arahnya.
"Mereka gamang, kasihan jadi latihan tidak konsentrasi. Saya sendiri rasakan itu. Tetapi mau bagaimana saya harus tunggu kepastian kompetisi. Makanya kita terus menggelar latihan setiap hari,"ujarnya.
Intensitas latihan yang dilakukan Bendol, menurutnya sengaja dilakukan untuk mempersiapkan tim agar lebih matang lagi. Lantaran hasil tiga laga dijalankan anak asuhnya tidak membuatnya puas dan senang.
"Banyak yang harus diperbaiki. Makanya kita terus konsentrasi tetap latihan. Sekarang kami hanya menunggu kepastian dari manajemen. Kalau kompetisi molor lagi sampai 1 bulan kita terpaksa libur,"pungkasnya.
(bbk)