Tangan Cedera, Moses Itauma Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Minggu, 16 April 2023 - 12:21 WIB
Petinju berusia 31 tahun ini masih menjadi satu-satunya atlet yang pernah mengalahkan atlet Kazakhstan, Zhan Kossobutskiy, dan ia tak berniat untuk menyerah pada ronde pertama di Copper Box, London. Beberapa pukulan kiri yang sangat tajam dari atlet berkuda-kuda southpaw Itauma sempat membuat lawannya itu terhuyung ke belakang beberapa kali, namun ia tidak pernah terlihat kesulitan. Itauma nampak mengeluhkan cedera pada tangannya sebelum ronde keenam dimulai, namun ia masih menyerang dengan kedua tangannya selama tiga menit berikutnya.
Namun, tidak ada kata berhenti bagi Itauma, yang justru memiliki kesempatan untuk menampilkan beberapa kemampuan yang menjadikannya petarung muda paling menarik dalam olahraga ini. Itauma mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengalahkan rekor Mike Tyson yang berusia 20 tahun dan empat bulan sebagai juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah, dan dia sekarang memiliki waktu dua tahun dan satu bulan untuk melakukannya.
Apakah ia dapat mencapai tujuan tersebut, itu adalah urusan masa depan, namun apa pun yang terjadi, ronde-ronde melawan manajer produksi dari sebuah pabrik di Ukraina ini akan sangat berharga bagi perkembangannya. "Saya merasa bertinju dengan baik. Saya bisa saja tampil lebih baik lagi dan sekarang saya harus kembali ke meja tinju. Saya kecewa karena saya tidak berhasil mengalahkannya. Saya berlatih sangat keras dan saya tidak pernah melihat untuk menang angka. Saya ingin menampilkan sebuah pertunjukan.''
Namun, tidak ada kata berhenti bagi Itauma, yang justru memiliki kesempatan untuk menampilkan beberapa kemampuan yang menjadikannya petarung muda paling menarik dalam olahraga ini. Itauma mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengalahkan rekor Mike Tyson yang berusia 20 tahun dan empat bulan sebagai juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah, dan dia sekarang memiliki waktu dua tahun dan satu bulan untuk melakukannya.
Apakah ia dapat mencapai tujuan tersebut, itu adalah urusan masa depan, namun apa pun yang terjadi, ronde-ronde melawan manajer produksi dari sebuah pabrik di Ukraina ini akan sangat berharga bagi perkembangannya. "Saya merasa bertinju dengan baik. Saya bisa saja tampil lebih baik lagi dan sekarang saya harus kembali ke meja tinju. Saya kecewa karena saya tidak berhasil mengalahkannya. Saya berlatih sangat keras dan saya tidak pernah melihat untuk menang angka. Saya ingin menampilkan sebuah pertunjukan.''
(aww)
Lihat Juga :