Lanjutan Dongeng Leipzig Jadi Tim Elite Eropa dalam Kurun 10 Tahun

Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:33 WIB
Totalitas Red Bull begitu terasa. Mereka membeli lisensi klub, mengganti nama, lambang, dan perlengkapannya, serta menjanjikan anggaran transfer sebesar 100 juta euro. Itu dilakukan karena sejarah sepak bola di Leipzig rumit, dengan sejumlah klub telah dibentuk dan dibubarkan sejak berdirinya.

Pilihan Red Bulls membangun tim di Leipzig tepat. Melalui perjuangan keras, Leipzig akhirnya mencapai Bundesliga pada 2016 di bawah komando Ralf Rangnick. Terasa emosional mengingat kota tersebut telah tanpa tim papan atas selama 22 tahun. (Baca juga: Postingan Menghujat Nabi Muhammad Picu Bentrokan di India, Tiga Tewas)

Namun, di musim perdana mereka di Bundesliga, Leipzig lagi-lagi menghadapi reaksi dari pendukung lawan. Sering disebut sebagai "klub paling dibenci di Jerman" dan masih menghadapi protes reguler dari penggemar tim lawan.

Undang-undang DFB menyatakan klub-klub Jerman harus beroperasi dengan aturan "50 + 1", yang berarti anggota—pada dasarnya adalah penggemar—memiliki mayoritas saham dan dapat memengaruhi keputusan seperti harga tiket.



Para rival merasa Leipzig mengeksploitasi sistem dengan hanya memiliki 17 anggota dengan hak suara, sebagian besar terkait langsung dengan Red Bull. Berbagai rintangan tersebut justru membuat Leipzig semakin kuat hingga berhasil menempati urutan kedua klasemen akhir Bundesliga 2016/2017.

Performa mereka juga cukup stabil dengan finis di urutan keenam Bundesliga 2017/2018 serta urutan ketiga Bundesliga 2018/2019 dan 2019/2020. Itu sekaligus membuktikan kepiawaian Red Bull mengelola klub sepak bola. Leipzig menjadi klub kelima setelah Red Bull Salzburg, New York Red Bulls (MLS), Red Bull Brasil (Brasil), dan Red Bull Ghana (Ghana). Kini, bersama Julian Nagelsmann, perkembangan Leipzig semakin pesat.

Mereka menembus perempat final Liga Champions pertamanya sejak terhenti di fase grup pada keikutsertaan pertamanya di musim 2017/2018. Menanggapi pertemuan dengan Atletico Madrid di Estadio Jose Alvalade, Lisabon, Portugal, dini hari nanti, Nagelsmann begitu antusias, terlebih dengan status underdog yang disematkan kepada timnya. (Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Gerakan 1 Juta Masker)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!