PBSI Evaluasi Penampilan Tim Putra Indonesia di BATC 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 06:02 WIB
Lalu, Negeri Tirai Bambu memimpin lagi 2-1 setelah Lei Lan Xi menyikat Alwi Farhan dengan skor 21-14 dan 21-10. Untungnya, Leo/Daniel bisa memperpanjang nafas bagi Indonesia dengan menghajar Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 21-14 dan 21-18. Akan tetapi, pada akhirnya Skuad Garuda kalah karena Yohanes Saut Marcellyno kalah dramatis dari Xheng Xing di partai penentuan dengan skor 15-21 dan 22-24.

Hasil tersebut, berbanding terbalik ketika Indonesia kalah 2-3 dari Korea Selatan dalam laga terakhir Grup D. Kala itu, justru dua ganda putra, Bagas/Fikri dan Leo/Daniel yang tak mampu menyumbang poin.

Rionny pun mengapresiasi kebangkitan yang dilakukan oleh Bagas/Fikri dan Leo/Daniel kala berjumpa China. Memang menurutnya, para pemain tunggal putra Indonesia yang menjadi penyebab kekalahan timnya karena kalah pengalaman dari para utusan China, khususnya Alwi dan Saut, yang baru melakukan debut di ajang beregu level senior.

“Secara umum saat di perempatfinal lawan China, sektor ganda putra begitu dominan. Setelah gagal sumbang poin saat lawan Korea, ganda putra bisa bangkit dan bisa menyumbangkan dua angka,” kata Rionny dikutip dari rilis PBSI, Minggu (18/2/2024).

“Sementara di sektor tunggal, pemain kita masih kalah jam terbang dan pengalaman dari China. Meski kalah, mereka mendapat banyak pelajaran,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!