Eng Hian Bongkar Penyebab Apriyani/Fadia Melempem di Tur Eropa
Jum'at, 05 April 2024 - 21:30 WIB
Namun, Eng Hian menegaskan bahwa hasil pertandingan memang bukan sesuatu yang ditargetkan olehnya kepada Apriyani/Fadia. Dalam kesepakatan mereka, sang pelatih hanya ingin melihat sejauh mana Apriyani bisa berani bermain senormal mungkin karena peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu memang belum pulih sepenuhnya dari cedera kaki yang dideritanya sejak tahun lalu.
“Prifad evaluasinya dari awal keberangkatan target hasil bukan menjadi kesepakatan saya dan mereka, tapi lebih untuk kita melihat seberapa jauh keberanian Apri untuk bermain senormal mungkin di lapangan karena di latihan saya rasa pasti akan sangat berbeda dengan suasana di pertandingan,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2024.
“Dan itu dia buktikan awalnya di Prancis pada saat babak pertama. Dia sangat menikmati dan pada saat sudah lolos babak pertama itu menimbulkan kepercayaan diri buat dia,” tambahnya.
Namun sayang, Eng Hian melihat Prifad justru salah fokus setelah menjalani pertandingan demi pertandingan di mana kepercayaan diri Apriyani telah meningkat setelah French Open 2024. Menurutnya, mereka malah lebih terlalu berambisi untuk meraih hasil pertandingan sebaik mungkin.
“Tapi pada pertandingan selanjutnya dan selanjutnya tentu ekspektasi dari Prifad sendiri pasti masih berharap mendapatkan hasil yang lebih baik, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai yang mereka harapkan. Padahal kesepakatannya bukan seperti itu, tapi kita mau melihat seberapa jauh progres kakinya Apri karena kalau dibilang progres (penyembuhan) kakinya Apri ini kan belum 100 persen, baru 80-85 persen,” jelas pelatih yang akrab disapa Ko Didi itu.
“Prifad evaluasinya dari awal keberangkatan target hasil bukan menjadi kesepakatan saya dan mereka, tapi lebih untuk kita melihat seberapa jauh keberanian Apri untuk bermain senormal mungkin di lapangan karena di latihan saya rasa pasti akan sangat berbeda dengan suasana di pertandingan,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2024.
“Dan itu dia buktikan awalnya di Prancis pada saat babak pertama. Dia sangat menikmati dan pada saat sudah lolos babak pertama itu menimbulkan kepercayaan diri buat dia,” tambahnya.
Namun sayang, Eng Hian melihat Prifad justru salah fokus setelah menjalani pertandingan demi pertandingan di mana kepercayaan diri Apriyani telah meningkat setelah French Open 2024. Menurutnya, mereka malah lebih terlalu berambisi untuk meraih hasil pertandingan sebaik mungkin.
“Tapi pada pertandingan selanjutnya dan selanjutnya tentu ekspektasi dari Prifad sendiri pasti masih berharap mendapatkan hasil yang lebih baik, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai yang mereka harapkan. Padahal kesepakatannya bukan seperti itu, tapi kita mau melihat seberapa jauh progres kakinya Apri karena kalau dibilang progres (penyembuhan) kakinya Apri ini kan belum 100 persen, baru 80-85 persen,” jelas pelatih yang akrab disapa Ko Didi itu.
Lihat Juga :