Dongeng Swiss Bikin Italia Kocar-kacir di Euro 2024
Minggu, 30 Juni 2024 - 23:38 WIB
Melawan Italia, Murat Yakin membangkucadangkan Xherdan Shaqiri, Michel Aebischer, dan Kwado Duah. Pelatih berdarah Turki ini memasang Ruben Vargas dan Dan Ndoyeh sejak awal pertandingan.
Italia, tetangga dari selatan yang menyumbangkan banyak imigran ke Swiss pada tahun 50-an, mengubah taktiknya secara drastis. Luciano Spalletti menurunkan enam pemain baru. Nyaris tersingkir saat menghadapi Kroasia di babak penyisihan grup, membuat Spalletti membongkar skuadnya.
Di lapangan hijau, juara dunia empat kali dan juara Eropa dua kali ini kelabakan. Breel Embolo nyaris membobol gawang Gianluigi Donnarumma, namun penjaga gawang tangguh itu tidak bisa berbuat banyak ketika Remo Freuler dan Ruben Vargas menemukan celah untuk membobol gawang Italia.
Swiss berhasil melaju ke perempat final. Public viewing di halaman belakang Hotel Schweizerhof menjadi sangat meriah. Botol minuman dilemparkan ke udara, hiruk-pikuk membahana. "Kami bukan Swiss yang kecil lagi," teriak salah satu penonton. Hal serupa terjadi di Saint Gallen, tempat nonton bareng terbesar di Heidiland.
Die Nati, julukan Timnas Swiss, sebenarnya bukan timnas yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun belum pernah juara dunia atau juara Eropa, Die Nati sering kali masuk ke perempat final turnamen dunia. Tercatat delapan kali masuk putaran delapan besar dan dua kali berhasil menjangkau perempat final.
Italia, tetangga dari selatan yang menyumbangkan banyak imigran ke Swiss pada tahun 50-an, mengubah taktiknya secara drastis. Luciano Spalletti menurunkan enam pemain baru. Nyaris tersingkir saat menghadapi Kroasia di babak penyisihan grup, membuat Spalletti membongkar skuadnya.
Di lapangan hijau, juara dunia empat kali dan juara Eropa dua kali ini kelabakan. Breel Embolo nyaris membobol gawang Gianluigi Donnarumma, namun penjaga gawang tangguh itu tidak bisa berbuat banyak ketika Remo Freuler dan Ruben Vargas menemukan celah untuk membobol gawang Italia.
Swiss berhasil melaju ke perempat final. Public viewing di halaman belakang Hotel Schweizerhof menjadi sangat meriah. Botol minuman dilemparkan ke udara, hiruk-pikuk membahana. "Kami bukan Swiss yang kecil lagi," teriak salah satu penonton. Hal serupa terjadi di Saint Gallen, tempat nonton bareng terbesar di Heidiland.
Die Nati, julukan Timnas Swiss, sebenarnya bukan timnas yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun belum pernah juara dunia atau juara Eropa, Die Nati sering kali masuk ke perempat final turnamen dunia. Tercatat delapan kali masuk putaran delapan besar dan dua kali berhasil menjangkau perempat final.
Lihat Juga :