Tyson Fury, Pensiun, dan Hubungan Beracun dengan Tinju
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 12:12 WIB
Ia mengatakan pada Queensberry Promotions: “Saya telah jatuh cinta pada tinju untuk waktu yang sangat lama - sejak saya masih kecil. Dan saya mungkin berada di pengujung karier saya dalam beberapa tahun ke depan. Ini adalah hubungan cinta-benci. Kadang-kadang terasa beracun. Ketika itu baik, itu sangat baik, dan ketika itu buruk, itu sangat beracun.''
''Jadi saya berada dalam hubungan itu dan saya tidak meninggalkannya begitu saja. Saya mencoba dan membuat segala sesuatunya berjalan dengan baik dan di situlah kami berada saat ini.''
''Kami telah menjalin hubungan romantis ini sejak saya bisa mengingatnya, sejak saya masih kecil, dan sekarang saya sudah dewasa dengan keluarga saya sendiri. Rasanya seperti, 'Apakah saya meninggalkannya, atau tidak?' Saya ingin pergi berkali-kali, namun selalu menyeret saya kembali.”
Selain menjadi raja tak terbantahkan dalam divisi heavyweight, yang gagal ia lakukan dalam laga di Saudi melawan Oleksandr Usyk pada bulan Mei lalu, Fury telah meraih semuanya. Pertarungan membuat ayah delapan anak ini tetap memiliki mental yang kuat, walau hal itu menjadi pedang bermata dua. ''Itu seperti obat yang sangat besar dan kecanduan,” aku Fury.
''Saya tahu ini adalah kecanduan dan saya adalah orang yang kecanduan. Tinju adalah sebuah kecanduan; itu bukan teman terbaik saya. Itu menyiksa saya. Ketika saya datang ke sasana ini, itu menyiksa tubuh saya, pikiran saya [dan] jiwa saya,''lanjutnya.
''Jadi saya berada dalam hubungan itu dan saya tidak meninggalkannya begitu saja. Saya mencoba dan membuat segala sesuatunya berjalan dengan baik dan di situlah kami berada saat ini.''
''Kami telah menjalin hubungan romantis ini sejak saya bisa mengingatnya, sejak saya masih kecil, dan sekarang saya sudah dewasa dengan keluarga saya sendiri. Rasanya seperti, 'Apakah saya meninggalkannya, atau tidak?' Saya ingin pergi berkali-kali, namun selalu menyeret saya kembali.”
Selain menjadi raja tak terbantahkan dalam divisi heavyweight, yang gagal ia lakukan dalam laga di Saudi melawan Oleksandr Usyk pada bulan Mei lalu, Fury telah meraih semuanya. Pertarungan membuat ayah delapan anak ini tetap memiliki mental yang kuat, walau hal itu menjadi pedang bermata dua. ''Itu seperti obat yang sangat besar dan kecanduan,” aku Fury.
''Saya tahu ini adalah kecanduan dan saya adalah orang yang kecanduan. Tinju adalah sebuah kecanduan; itu bukan teman terbaik saya. Itu menyiksa saya. Ketika saya datang ke sasana ini, itu menyiksa tubuh saya, pikiran saya [dan] jiwa saya,''lanjutnya.
Lihat Juga :