Muhammad Ali, Pelopor Duel Lintas Disiplin Olahraga Bela Diri

Jum'at, 20 September 2024 - 18:00 WIB
Menurut laporan Jake Jones di BBC,fotografer Claude Charlier, yang saat itu berusia 23 tahun dan tinggal di Tokyo, mengenang atmosfer di sekitar Budokan pada hari pertarungan tersebut. "Ada ribuan orang di luar Budokan yang berharap bisa melihat sekilas Muhammad Ali atau Antonio Inoki," ujar Charlier dalam wawancaranya dengan podcast Sporting Witness.

Di dalam arena, suasana semakin memanas. Inoki memasuki ring dengan jubah ungu khasnya, sementara Ali muncul dengan gaya khasnya, melambaikan tangan dan berteriak penuh semangat. Pertarungan ini awalnya direncanakan sebagai pertandingan ekshibisi, tetapi kemudian menjelma pertarungan sungguhan.

Muhammad Ali, yang baru saja mengalahkan Joe Frazier dalam pertarungan trilogi mereka delapan bulan sebelumnya, melihat ini sebagai kesempatan untuk mengukuhkan statusnya sebagai bukan hanya petinju terbaik di dunia, tetapi juga atlet terhebat dalam lintas cabang olahraga bela diri.

Namun, setelah melihat latihan Inoki di Tokyo, Ali menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh pegulat tersebut, dan aturan baru pun disepakati. Sesuai aturan, Inoki tidak diperbolehkan melakukan tackling, grappling, atau tendangan saat berdiri. Namun, Inoki menemukan celah dalam aturan tersebut—ia diizinkan menendang saat berada di lantai.

Penonton tidak diberitahu tentang aturan ini, sehingga mereka kebingungan ketika melihat Inoki terus-menerus menjatuhkan diri ke lantai dan menendang kaki Ali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!