Timnas Malaysia Gagal Naturalisasi Pemain Liga Belanda Mats Deijl
Selasa, 01 Oktober 2024 - 15:40 WIB
FAM berusaha keras untuk memproses dokumen yang menunjukkan hubungan keluarga Deijl dengan Malaysia. Sejak 27 Juni 2024, pihak FAM telah berkomunikasi dengan klub, agen, dan pemain untuk mengonfirmasi kelayakannya. Namun, hasil akhir dari FIFA membuat harapan tersebut kandas.
Gagalnya Mats Deijl untuk dinaturalisasi bukanlah satu-satunya kasus di mana Malaysia menghadapi kegagalan dalam merekrut pemain keturunan. Beberapa pemain lain yang diincar, seperti Ferdi Druijf, Wan Kuzain, dan Ethan Wheatley, juga menolak kesempatan untuk bergabung dengan Harimau Malaya. Ferdi Druijf, yang bermain untuk Rapid Wien, bahkan secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Timnas Indonesia daripada Malaysia, semakin memperjelas bahwa program naturalisasi Malaysia tidak sejalan dengan harapan.
Keputusan pemain-pemain tersebut untuk menolak Malaysia semakin menonjolkan kesuksesan Indonesia dalam menarik pemain keturunan. Indonesia telah berhasil mendapatkan beberapa pemain bintang melalui program naturalisasi, seperti Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, yang langsung memberi dampak besar pada Timnas Garuda. Kegagalan Malaysia semakin menambah tekanan bagi FAM, yang terus berusaha menyaingi keberhasilan Indonesia.
Kegagalan dalam program naturalisasi ini semakin memperlihatkan bahwa Malaysia masih tertinggal di peta sepak bola Asia Tenggara. Meskipun Malaysia sempat mencatat peringkat FIFA yang lebih baik dari Indonesia pada bulan September 2024, dengan berada di posisi 131 berbanding 132 untuk Indonesia, peringkat ini tidak bertahan lama. Dalam beberapa pekan, Indonesia melesat ke peringkat 129 berkat performa luar biasa di Kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk menahan imbang dua raksasa Asia, Australia dan Arab Saudi.
Program Naturalisasi Malaysia Gagal Total
Gagalnya Mats Deijl untuk dinaturalisasi bukanlah satu-satunya kasus di mana Malaysia menghadapi kegagalan dalam merekrut pemain keturunan. Beberapa pemain lain yang diincar, seperti Ferdi Druijf, Wan Kuzain, dan Ethan Wheatley, juga menolak kesempatan untuk bergabung dengan Harimau Malaya. Ferdi Druijf, yang bermain untuk Rapid Wien, bahkan secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Timnas Indonesia daripada Malaysia, semakin memperjelas bahwa program naturalisasi Malaysia tidak sejalan dengan harapan.
Keputusan pemain-pemain tersebut untuk menolak Malaysia semakin menonjolkan kesuksesan Indonesia dalam menarik pemain keturunan. Indonesia telah berhasil mendapatkan beberapa pemain bintang melalui program naturalisasi, seperti Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, yang langsung memberi dampak besar pada Timnas Garuda. Kegagalan Malaysia semakin menambah tekanan bagi FAM, yang terus berusaha menyaingi keberhasilan Indonesia.
Kegagalan dalam program naturalisasi ini semakin memperlihatkan bahwa Malaysia masih tertinggal di peta sepak bola Asia Tenggara. Meskipun Malaysia sempat mencatat peringkat FIFA yang lebih baik dari Indonesia pada bulan September 2024, dengan berada di posisi 131 berbanding 132 untuk Indonesia, peringkat ini tidak bertahan lama. Dalam beberapa pekan, Indonesia melesat ke peringkat 129 berkat performa luar biasa di Kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk menahan imbang dua raksasa Asia, Australia dan Arab Saudi.
(sto)
Lihat Juga :