4 Perlawanan Dunia Olahraga untuk Mengucilkan Israel di Sepanjang Tahun 2024
Selasa, 31 Desember 2024 - 13:06 WIB
Norwegia juga mendesak UEFA dan FIFA memberikan sanksi kepada Israel, mengacu pada perlakuan serupa terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina pada 2022. Meski dijadwalkan melawan Israel pada 2024, keputusan Norwegia memboikot pertandingan memperlihatkan sikap yang tegas terhadap kejahatan kemanusiaan di Gaza.
Pada Olimpiade Paris 2024, judoka asal Tajikistan, Emomali Nurali, menolak bersalaman dengan atlet Israel Baruch Shmailov setelah kemenangannya di babak 16 besar. Nurali mengangkat simbol tauhid dan meneriakkan “Allahu Akbar” sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Namun, tindakannya menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai sikapnya tidak sesuai etika olahraga.
Protes serupa juga dilakukan tim bola basket putri Irlandia, yang menolak berjabat tangan dengan atlet Israel. Keputusan ini dilatarbelakangi kemarahan terhadap tuduhan antisemitisme yang dilontarkan tim Israel, serta aksi militer Israel di Gaza yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina.
“Kami mendukung penuh keputusan para pemain kami. Tuduhan antisemitisme yang dilontarkan tidak berdasar dan hanya memperburuk situasi,” demikian pernyataan resmi Basketball Ireland.
2. Judoka Tajikistan Tolak Jabat Tangan Atlet Israel di Olimpiade
Pada Olimpiade Paris 2024, judoka asal Tajikistan, Emomali Nurali, menolak bersalaman dengan atlet Israel Baruch Shmailov setelah kemenangannya di babak 16 besar. Nurali mengangkat simbol tauhid dan meneriakkan “Allahu Akbar” sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Namun, tindakannya menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai sikapnya tidak sesuai etika olahraga.
3. Tim Basket Irlandia Tolak Jabat Tangan Atlet Israel
Protes serupa juga dilakukan tim bola basket putri Irlandia, yang menolak berjabat tangan dengan atlet Israel. Keputusan ini dilatarbelakangi kemarahan terhadap tuduhan antisemitisme yang dilontarkan tim Israel, serta aksi militer Israel di Gaza yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina.
“Kami mendukung penuh keputusan para pemain kami. Tuduhan antisemitisme yang dilontarkan tidak berdasar dan hanya memperburuk situasi,” demikian pernyataan resmi Basketball Ireland.
Lihat Juga :