10 Petinju dengan Reputasi Terburuk dalam Sejarah: Ada Mike Tyson dan Mayweather Jr
Sabtu, 25 Januari 2025 - 10:00 WIB
Kebiasaan buruknya ini juga membuatnya sering gagal memenuhi berat badan ideal untuk bertanding. Perilakunya yang tak terkendali merusak citranya sebagai atlet profesional.
Adrien Broner, yang dijuluki "The Problem," memiliki segudang masalah di dalam dan luar ring. Broner terkenal karena gaya bertarung yang membosankan dengan terlalu banyak clinching (memeluk lawan), serta komentar kasar saat konferensi pers.
Dia juga sering gagal memenuhi berat badan dan tidak konsisten dalam kariernya. Meski begitu, Broner terus diberi peluang karena nilai komersialnya, meskipun reputasinya semakin buruk.
Naseem Hamed adalah salah satu bintang tinju paling flamboyan, tetapi ketidakdisiplinannya membayangi karier gemilangnya. Hamed sering datang terlambat ke konferensi pers dan terlihat kurang serius dalam latihan.
Ketika kalah dari Marco Antonio Barrera pada 2001, Hamed tampak kehilangan semangat. Pertarungan berikutnya melawan Manuel Calvo menjadi yang terakhir baginya, karena performa buruknya mendapat cemoohan dari penonton.
Jake LaMotta tercatat dalam sejarah tinju karena keterlibatannya dalam pengaturan hasil laga melawan Billy Fox pada 1947. LaMotta dengan sengaja kalah demi mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia, yang kemudian menjadi kenyataan.
Insiden ini mencoreng reputasi tinju, membuat penggemar dan media meragukan integritas olahraga ini selama bertahun-tahun. Kisah ini bahkan diabadikan dalam film Raging Bull pada 1980.
7. Adrien Broner (35-5-1)
Adrien Broner, yang dijuluki "The Problem," memiliki segudang masalah di dalam dan luar ring. Broner terkenal karena gaya bertarung yang membosankan dengan terlalu banyak clinching (memeluk lawan), serta komentar kasar saat konferensi pers.
Dia juga sering gagal memenuhi berat badan dan tidak konsisten dalam kariernya. Meski begitu, Broner terus diberi peluang karena nilai komersialnya, meskipun reputasinya semakin buruk.
6. 'Prince' Naseem Hamed (36-1)
Naseem Hamed adalah salah satu bintang tinju paling flamboyan, tetapi ketidakdisiplinannya membayangi karier gemilangnya. Hamed sering datang terlambat ke konferensi pers dan terlihat kurang serius dalam latihan.
Ketika kalah dari Marco Antonio Barrera pada 2001, Hamed tampak kehilangan semangat. Pertarungan berikutnya melawan Manuel Calvo menjadi yang terakhir baginya, karena performa buruknya mendapat cemoohan dari penonton.
5. Jake LaMotta (83-19-4)
Jake LaMotta tercatat dalam sejarah tinju karena keterlibatannya dalam pengaturan hasil laga melawan Billy Fox pada 1947. LaMotta dengan sengaja kalah demi mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia, yang kemudian menjadi kenyataan.
Insiden ini mencoreng reputasi tinju, membuat penggemar dan media meragukan integritas olahraga ini selama bertahun-tahun. Kisah ini bahkan diabadikan dalam film Raging Bull pada 1980.
4. Shane Mosley (49-10-1)
Lihat Juga :