Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol 2: Pengulangan Atau Pembalasan Dendam?

Sabtu, 22 Februari 2025 - 12:21 WIB
Pada bulan Mei 2022, juara dunia kelas berat ringan WBA saat itu, Dmitry Bivol, menjadi terkenal saat ia masuk ke dalam ring untuk mempertahankan gelarnya melawan bintang tinju Saul Canelo Alvarez. Juara kelas menengah super yang tak terbantahkan, Saul Canelo Alvarez, melangkah maju dan mencoba untuk menjadi juara kelas berat ringan dua kali.

Namun, malam itu menjadi milik Dmitry Bivol saat jab dan footworknya membantunya dalam menentukan jarak dan kecepatan pertarungan. Gaya keluar-masuknya sangat efektif, saat ia mendaratkan kombinasi tajam beberapa kali. Bivol menampilkan sebuah kelas master tinju, saat ia mengalahkan Canelo melalui keputusan mutlak.

Bivol kemudian mencetak kemenangan besar lainnya saat ia mengalahkan Gilberto “Zurdo” Ramirez. Dmitry Bivol berhasil mempertahankan gelarnya dua kali lagi, dan ia pun siap mewujudkan mimpinya. Pada bulan November 2017, penantang yang sedang naik daun, Artur Beterbiev, mengambil keuntungan dari sebuah kesempatan besar saat ia mencetak KO atas Enrico Kolling pada ronde ke-12 dan merebut gelar juara dunia kelas ringan-berat versi IBF yang masih lowong.

Beterbiev kemudian menjadi juara dunia saat ia menghentikan pemegang sabuk WBC, Oleksandr Gvozdyk. Tiga tahun kemudian, pada Juni 2022, Beterbiev menghancurkan Joe Smith saat ia menghentikannya pada ronde kedua dan memenangkan sabuk WBO. Beterbiev kemudian mengoleksi kemenangan KO atas Anthony Yarde dan Callum Smith. Agenda Artur Beterbiev selanjutnya adalah masuk ke dalam ring untuk mencapai tujuan kariernya.

Pada bulan Oktober 2024, juara dunia kelas berat ringan WBO, WBC, IBF yang tak terkalahkan, Artur Beterbiev, akan menghadapi juara WBA yang tak terkalahkan, Dmitry Bivol. Pada ronde pembuka, Bivol memegang kendali dengan menggunakan pergerakan dan secara rutin mendaratkan jab-nya. Pada detik-detik terakhir ronde pembuka, Artur Beterbiev mampu menyambungkan sebuah kombinasi 2-3 yang solid.

Saat laga ini berlangsung, ia berkembang menjadi laga klasik antara atlet pencetak KO melawan jago teknik ring. Beterbiev menjadi penyerang saat ia menekan maju untuk mendaratkan serangan kuatnya, sementara Bivol bertinju dengan baik di posisi bertahan. Pada ronde ke-7, Bivol mampu bertahan dan mendaratkan kombinasi yang solid, namun Beterbiev mampu membalikkan keadaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!