Strategi Marketing Unik Ajax Amsterdam

Sabtu, 05 September 2020 - 12:35 WIB
Berbagai cara yang dilakukan Ajax tersebut merupakan bukti kecerdasan strategi marketing mereka. Melalui iklan, De Go Denzonen terus memperbaharui informasi klub dan membagikannya di platform media sosial yang mereka miliki. Hal itu berdampak positif sehingga membuat basis fans mereka tumbuh semakin pesat, menaikkan brand image, dan menambah keuntungan di sisi finansial.

Cerdiknya Divisi Marketing Ajax turut diimbangi dengan berjalan baiknya proses regenerasi di dalam klub yang seolah tidak pernah kehabisan stok pemain potensial. Mereka piawai mendidik pemain muda produk akademi ataupun membeli pemain-pemain potensial dan memolesnya hingga menjadi bernilai tinggi yang digandrungi kub-klub elite Eropa. (Baca juga: Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania)

Menurut CEO Ajax Amsterdam Edwin van der Sar, tim sejatinya ingin pemain-pemain terbaik bertahan. Tapi, demi perkembangan karier sepak bola, mereka dipersilakan pergi untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia lainnya di kompetisi yang jauh lebih kompetitif.

“Kami mencoba mengedepankan pemain, kesuksesan pertama mereka di klub, memenangkan liga, melakukannya dengan baik di Eropa, masuk ke tim nasional, dan setelah dua atau tiga tahun, akan baik bagi mereka juga untuk pergi. Mungkin, ada pemain lainnya yang menunggu, dengan penuh semangat, menunggu kesempatan mereka seolah-olah pemain itu pergi dan merebut posisi pemain sebelumnya,” kata Van der Sar, dilansir ESPN.

Mantan penjaga gawang Juventus dan Manchester United (MU) tersebut menegaskan, di bawah program akademi, Ajax akan selalu menjadi klub yang menawarkan kesempatan kepada pemain-pemain muda mengembangkan potensinya sebagai pesepak bola masa depan.

“Fans ingin melihat pemain yang mereka sukai. Mereka mengikuti sejak dari akademi, melihat mereka pada usia 11, 15 tahun, dan kemudian melakukan debut. Itulah yang disukai fans kami. Kami ada di sana untuk para pemain berbakat yang ingin datang ke Ajax dan menciptakan sejarah bagi diri mereka sendiri,” papar Van der Sar.

Dukungan serta keterbukaan Ajax membuat para alumnusnya selalu menaruh rasa hormat yang besar dan terus menjalani hubungan harmonis di antara kedua belah pihak. Reputasi Ajax sebagai klub penghasil pesepak bola potensial pun semakin berkilap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!