Kisah Mike Tyson dari Bangkrut hingga Bangun Kerajaan Bisnis Ganja

Jum'at, 04 April 2025 - 12:45 WIB
Pada 2021, ia meluncurkan perusahaan TYSON 2.0, yang menjual berbagai produk berbasis ganja, termasuk permen karet berbentuk telinga bernama "Mike Bites", terinspirasi dari insiden gigitannya terhadap Evander Holyfield pada 1997.

Selain itu, Tyson juga mengembangkan resor ganja seluas 420 hektare di Palm Springs, California, tempat para pengunjung bisa bersantai sambil menikmati produknya. Keputusan bisnis ini terbukti menguntungkan, mengingat industri ganja di California mencatatkan penjualan sebesar USD5,2 miliar (Rp80 triliun) pada 2023.

Kebangkitan Tyson juga mendapat dorongan besar dari kembalinya ia ke dunia tinju dalam laga eksibisi. Pada November 2024, ia menghadapi Jake Paul, seorang influencer yang beralih menjadi petinju profesional.

Pertandingan yang disiarkan langsung di Netflix itu mencetak rekor dengan 108 juta penonton, meskipun banyak yang mengeluhkan kualitas siarannya. Tyson dan Paul masing-masing dikabarkan menerima bayaran sekitar 40 juta poundsterling (Rp800 miliar).

Meski kalah dalam pertarungan tersebut, duel ini semakin memperkuat popularitas dan stabilitas keuangan Tyson.

Podcast dan Media Digital

Selain bisnis dan tinju, Tyson juga sukses di dunia media. Podcast "Hotboxin' with Mike Tyson" yang ia luncurkan di YouTube telah mengumpulkan 3,8 juta subscriber hingga Januari 2025, dengan total 428 juta penayangan dari 231 videonya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!