Kisah Muhammad Ali Mampu Menghindari 21 Pukulan Lawan dalam 10 detik
Senin, 05 Mei 2025 - 12:02 WIB
Pertandingan eksibisi tersebut merupakan bagian dari program yang menggantikan pertandingan Larry Holmes vs Stan Ward yang dibatalkan di Wide World of Sports milik ABC. Ali, yang saat itu berusia 35 tahun, memamerkan keterampilan tinjunya dengan menghindari banyak pukulan dari Dokes, calon petinju kelas berat berusia 19 tahun.
Saat itu Ali menghindari 21 pukulan lawan di sudut ring dalam 10 detik dengan gerakan kaki yang lincah seperti penari balet dan refleks secepat kilat, mampu menghindari rentetan pukulan lawan dalam waktu yang sangat singkat. Alih-alih tegang, Ali justru langsung berjoget usai melakukan trik defense yang satu ini.
Bayangkan seorang petinju, dengan bobot dan kekuatan seorang kelas berat, bergerak dengan grasi seekor kupu-kupu, meliuk-liuk menghindari hantaman demi hantaman yang dilayangkan kepadanya. Dokes diketahui merupakan petinju profesional dengan rekor amatir 147-7 dan pernah kalah di semifinal Olimpiade 1976. Setelah pertandingan eksibisi, Dokes menjadi sparring partner bagi Ali dari tahun 1977-1979.
Baca Juga: Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford Pertarungan Abad Ini Rp3,2 Triliun
Satu filosofi yang terkenal dari Ali adalah 'Float like a butterfly, sting like a bee'. Lebih dari sekadar slogan, kalimat itu merangkum gaya bertarungnya yang unik, bergerak ringan untuk menghindari serangan, lalu menyengat dengan pukulan-pukulan cepat, dan akurat. Kemampuannya menghindari pukulan bukan hanya soal kecepatan fisik, tetapi juga tentang antisipasi, timing, dan pemahaman mendalam tentang ritme serangan lawan.
Saat itu Ali menghindari 21 pukulan lawan di sudut ring dalam 10 detik dengan gerakan kaki yang lincah seperti penari balet dan refleks secepat kilat, mampu menghindari rentetan pukulan lawan dalam waktu yang sangat singkat. Alih-alih tegang, Ali justru langsung berjoget usai melakukan trik defense yang satu ini.
Bayangkan seorang petinju, dengan bobot dan kekuatan seorang kelas berat, bergerak dengan grasi seekor kupu-kupu, meliuk-liuk menghindari hantaman demi hantaman yang dilayangkan kepadanya. Dokes diketahui merupakan petinju profesional dengan rekor amatir 147-7 dan pernah kalah di semifinal Olimpiade 1976. Setelah pertandingan eksibisi, Dokes menjadi sparring partner bagi Ali dari tahun 1977-1979.
Baca Juga: Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford Pertarungan Abad Ini Rp3,2 Triliun
Satu filosofi yang terkenal dari Ali adalah 'Float like a butterfly, sting like a bee'. Lebih dari sekadar slogan, kalimat itu merangkum gaya bertarungnya yang unik, bergerak ringan untuk menghindari serangan, lalu menyengat dengan pukulan-pukulan cepat, dan akurat. Kemampuannya menghindari pukulan bukan hanya soal kecepatan fisik, tetapi juga tentang antisipasi, timing, dan pemahaman mendalam tentang ritme serangan lawan.
Lihat Juga :