Profil Eberechi Eze, Pemain Buangan Arsenal yang Bawa Crystal Palace Juara Piala FA
Minggu, 18 Mei 2025 - 06:00 WIB
Baca Juga: Crystal Palace Akhiri Penantian 119 Tahun, Juara Piala FA Usai Tundukkan Manchester City
Di babak kedua, tekanan City semakin menjadi, namun Palace tetap tak gentar. Henderson kembali menjadi penyelamat lewat sederet penyelamatan krusial. Ketika peluit panjang dibunyikan, suasana Wembley pecah dalam suka cita para pendukung Palace yang menyaksikan sejarah ditulis langsung di depan mata mereka.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pun mengakui keistimewaan pencapaian Palace. “Kami tidak berhasil menang, tapi selamat kepada Crystal Palace. Mereka layak merayakan momen ini,” ujarnya.
Di balik sorotan kamera dan sorak sorai, kemenangan ini punya lapisan emosi yang dalam bagi Eze. Pemain kelahiran Greenwich ini pernah merasakan pahitnya ditolak oleh banyak klub besar.
Arsenal—klub tempat ia menimba ilmu di usia muda—membuangnya tanpa ampun. Pengalaman itu begitu membekas hingga Eze mengaku pernah menangis ketika menghadapi Arsenal beberapa bulan kemudian. “Saya tidak tahu cara menghadapinya. Air mata saya siap tumpah saat itu,” kenangnya.
Di babak kedua, tekanan City semakin menjadi, namun Palace tetap tak gentar. Henderson kembali menjadi penyelamat lewat sederet penyelamatan krusial. Ketika peluit panjang dibunyikan, suasana Wembley pecah dalam suka cita para pendukung Palace yang menyaksikan sejarah ditulis langsung di depan mata mereka.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pun mengakui keistimewaan pencapaian Palace. “Kami tidak berhasil menang, tapi selamat kepada Crystal Palace. Mereka layak merayakan momen ini,” ujarnya.
Di balik sorotan kamera dan sorak sorai, kemenangan ini punya lapisan emosi yang dalam bagi Eze. Pemain kelahiran Greenwich ini pernah merasakan pahitnya ditolak oleh banyak klub besar.
Arsenal—klub tempat ia menimba ilmu di usia muda—membuangnya tanpa ampun. Pengalaman itu begitu membekas hingga Eze mengaku pernah menangis ketika menghadapi Arsenal beberapa bulan kemudian. “Saya tidak tahu cara menghadapinya. Air mata saya siap tumpah saat itu,” kenangnya.
Lihat Juga :