Final Liga Europa: Ketegangan Kota Bilbao Menyambut Invasi Suporter Inggris

Rabu, 21 Mei 2025 - 07:05 WIB
Pertemuan dua raksasa Inggris sebenarnya bukan kali ini terjadi. Sejarah mencatat bahwa ada enam final di kompetisi Eropa yang mempertemukan dua tim Inggris, dan setengahnya melibatkan Tottenham.

Pertama, mereka mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan agregat 3-2 di final Piala UEFA 1971-1972, sebelum kalah 2-0 di final Liga Champions 2018-2019 melawan Liverpool. Pertandingan melawan Man United merupakan final ketiga yang dirasakan Tottenham.

Bagi Tottenham, final Liga Europa ini bak oase di tengah gurun kekecewaan. Setelah perjalanan Liga Inggris yang jauh dari harapan, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah klub, final Liga Europa adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan musim.

Lebih dari itu, ini adalah kesempatan emas untuk mengakhiri dahaga trofi selama 17 tahun yang telah menjadi momok bagi para penggemar setia The Lilywhites. Tujuh kekalahan di semifinal dan empat kekalahan di final sejak terakhir kali mengangkat Piala Liga pada tahun 2008 menjadi catatan kelam yang ingin dihapus tuntas di Bilbao. Kemenangan akan membawa kelegaan luar biasa bagi para suporter yang telah lama menderita.

Tapi Man United juga tak mau diam begitu saja. Apalagi bursa taruhan lebih menjagokan MU mengangkat trofi juara Liga Europa musim ini.

Lebih dari itu, kemenangan akan mengamankan tiket kembali ke Liga Champions musim depan, yang sangat penting bagi prestise, reputasi klub, dan aliran dana untuk memperkuat skuad di bursa transfer musim panas. Kekalahan akan menjadi pukulan telak, menghilangkan harapan untuk kompetisi Eropa musim depan dan semakin mempertegas musim yang buruk di semua lini
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!