Manny Pacquiao Masuk Daftar International Boxing Hall of Fame: Ini Bukan Milik Saya, Ini Milik Kita Semua!
Rabu, 11 Juni 2025 - 12:12 WIB
Di dalam ring, ia berhasil menumbangkan legenda-legenda seperti Oscar De La Hoya, Miguel Cotto, Ricky Hatton, dan Juan Manuel Márquez. Pertarungannya yang paling ikonik, melawan Floyd Mayweather Jr. pada tahun 2015, menjadi pertarungan pay-per-view terlaris dalam sejarah, sebuah bukti nyata daya tarik globalnya yang tak tertandingi.
Ini bukan hanya catatan dalam sejarah tinju, tetapi juga sebuah kisah tentang kegigihan manusia yang luar biasa. Kini di usia 46 tahun, Pacquiao belum selesai menulis babak dalam sejarahnya.
Baca Juga: Pertaruhan Terakhir Manny Pacquiao: Nekat Atau Cuma Pertarungan Dagangan?
Pada 19 Juli mendatang, Pacquiao kembali ke ring dalam pertarungan comeback yang sangat dinantikan melawan juara WBC, Mario Barrios. Ini adalah deklarasi bahwa api semangat juangnya masih menyala dalam dirinya.
"Saya datang dari ketiadaan, tetapi saya tidak pernah berhenti percaya bahwa saya bisa menjadi sesuatu — bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk negara saya. Setiap pertarungan, setiap sabuk, saya membawa harapan orang-orang Filipina. Hall of Fame ini bukan hanya milik saya. Itu milik kita semua," tegas Pacquiao
Tak Hanya Petinju, Ia adalah Inspirasi Bangsa
Perjalanan Pacquiao tidak berhenti di kejuaraan tinju. Sebagai mantan senator dan kandidat presiden, serta dengan dedikasi selama puluhan tahun dalam kerja kemanusiaan, Pacquiao terus mewujudkan semangat pelayanan dan ketahanan. Terpilih pada tahun pertama kelayakannya, induksi Pacquiao ke IBHOF menempatkannya sejajar dengan legenda tinju lainnya seperti Michael Nunn dan Vinny Paz.Ini bukan hanya catatan dalam sejarah tinju, tetapi juga sebuah kisah tentang kegigihan manusia yang luar biasa. Kini di usia 46 tahun, Pacquiao belum selesai menulis babak dalam sejarahnya.
Baca Juga: Pertaruhan Terakhir Manny Pacquiao: Nekat Atau Cuma Pertarungan Dagangan?
Pada 19 Juli mendatang, Pacquiao kembali ke ring dalam pertarungan comeback yang sangat dinantikan melawan juara WBC, Mario Barrios. Ini adalah deklarasi bahwa api semangat juangnya masih menyala dalam dirinya.
"Saya datang dari ketiadaan, tetapi saya tidak pernah berhenti percaya bahwa saya bisa menjadi sesuatu — bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk negara saya. Setiap pertarungan, setiap sabuk, saya membawa harapan orang-orang Filipina. Hall of Fame ini bukan hanya milik saya. Itu milik kita semua," tegas Pacquiao
Lihat Juga :