Dwight Muhammad Qawi, Eks Juara 2 Divisi Meninggal di Usia 72
Senin, 28 Juli 2025 - 11:35 WIB
Di sana, ia mulai berkompetisi dalam program tinju penjara tersebut, dan ketika dibebaskan pada tahun 1978, ia dengan cepat menjadi petinju profesional. Ia mencatat rekor 1-1-1 dalam tiga pertandingan pertamanya, dan karier tinjunya mungkin tak akan berkembang lebih jauh jika bukan karena Hakim Peter Coruzzi.
Qawi kembali bermasalah – dihukum karena penyerangan dan pemukulan – dan pedoman hukuman merekomendasikan hukuman penjara lebih lanjut. Namun, Coruzzi merasa bahwa Qawi sedang berada di titik balik dalam hidupnya dan menjatuhkan hukuman percobaan lima tahun.
Qawi – yang mengubah namanya setelah masuk Islam pada tahun 1982 – mencatat rekor 15-1-1 ketika ia menantang Matthew Saad Muhammad untuk memperebutkan gelar juara kelas berat ringan WBC dan linear pada bulan Desember 1981. Meskipun bertubuh sangat pendek untuk kelas berat 79,3 kg – tingginya hanya 172 cm – ia sangat kuat, dan menggunakan kekuatan itu untuk mengatasi keunggulan Saad Muhammad dalam hal teknik, pengalaman, dan jangkauan, mengguncang juara bertahan itu beberapa kali dengan serangan kerasnya sebelum menjatuhkan dan menghentikannya di ronde ke-10.
Qawi berhasil mempertahankan gelarnya tiga kali sebelum kalah dalam pertarungan unifikasi melawan pemegang gelar WBA, Michael Spinks, pada Maret 1983. Saat naik ke kelas penjelajah, ia mengalahkan Piet Crouse dari Afrika Selatan untuk memenangkan gelar kelas penjelajah WBA pada Juli 1985.
Setahun kemudian, ia kehilangan gelar tersebut melalui keputusan mutlak dari Evander Holyfield dalam salah satu pertarungan gelar terhebat dalam sejarah kelas penjelajah. Qawi tidak menjadi juara dunia lagi, meskipun ia menantangnya dua kali lagi.
Qawi kembali bermasalah – dihukum karena penyerangan dan pemukulan – dan pedoman hukuman merekomendasikan hukuman penjara lebih lanjut. Namun, Coruzzi merasa bahwa Qawi sedang berada di titik balik dalam hidupnya dan menjatuhkan hukuman percobaan lima tahun.
Qawi – yang mengubah namanya setelah masuk Islam pada tahun 1982 – mencatat rekor 15-1-1 ketika ia menantang Matthew Saad Muhammad untuk memperebutkan gelar juara kelas berat ringan WBC dan linear pada bulan Desember 1981. Meskipun bertubuh sangat pendek untuk kelas berat 79,3 kg – tingginya hanya 172 cm – ia sangat kuat, dan menggunakan kekuatan itu untuk mengatasi keunggulan Saad Muhammad dalam hal teknik, pengalaman, dan jangkauan, mengguncang juara bertahan itu beberapa kali dengan serangan kerasnya sebelum menjatuhkan dan menghentikannya di ronde ke-10.
Qawi berhasil mempertahankan gelarnya tiga kali sebelum kalah dalam pertarungan unifikasi melawan pemegang gelar WBA, Michael Spinks, pada Maret 1983. Saat naik ke kelas penjelajah, ia mengalahkan Piet Crouse dari Afrika Selatan untuk memenangkan gelar kelas penjelajah WBA pada Juli 1985.
Setahun kemudian, ia kehilangan gelar tersebut melalui keputusan mutlak dari Evander Holyfield dalam salah satu pertarungan gelar terhebat dalam sejarah kelas penjelajah. Qawi tidak menjadi juara dunia lagi, meskipun ia menantangnya dua kali lagi.
Lihat Juga :