Raih Tiket Semifinal US Open, Osaka Akhiri Mimpi Buruk
Kamis, 10 September 2020 - 14:35 WIB
Osaka mengungkapkan jika kekalahan yang paling melekat dalam pikirannya terjadi di turnamen lapangan tanah liat di Charles Ton pada 2017 lalu. Ketika itu, dia kalah dua set langsung 4-6, 2-6 dan menjadi pertemuan terakhirnya dari lawannya itu. Namun, di AS Terbuka dia bisa memiliki sikap positif yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Pada laga berikutnya, Osaka bakal menghadapi petenis AS lainnya, Jennifer Brady yang melaju usai menyingkirkan unggulan 23 dari Kazakhstan Yulia Putintseva 6-3, 6-2. Meski tetap difavoritkan, dia tetap akan waspada dengan lawannya nanti. Sebab, petenis berusia 25 tahun itu belum kehilangan satu set pun selama bermain di AS Terbuka.
"Tidak, saya merasa bukan favorit. Karena tidak ada penonton, saya tidak merasakan apa-apa. Saya hanya merasa seperti akan bertanding dengan petenos yang sangat berbakat, yang sama seperti semua pertandingan yang saya lakukan sebelumnya," ucap Osaka mengomentari pertemuannya dengan Brady. (Baca juga: Ternyata Tidur Bisa Cegah Alzheimer)
Sementara itu, keberhasilan Brady membuatnya mencatatkan sejarah baru di AS Terbuka. Dia menjadi petenis yang berkiprah di kompetisi level perguruan tinggi pertama yang sukses melaju ke semifinal Grand Slam di negara sendiri sejak musim 1995. Bahkan dia melakukannya dengan sangat luar biasa di turnamen ini.
Dalam perjalanannya sebelum AS Terbuka, performanya memang sudah terlihat diperhitungkan sejak awal musim ini. Buktinya, dia mampu menumbangkan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty dan mengantongi kemenangan atas juara Grand Slam, seperti Maria Sharapova, dan Garbine Muguruza. Bahkan, dia juga mampu menyingkirkan Angelique Kerber di babak keempat AS Terbuka di 2020.
Pada laga berikutnya, Osaka bakal menghadapi petenis AS lainnya, Jennifer Brady yang melaju usai menyingkirkan unggulan 23 dari Kazakhstan Yulia Putintseva 6-3, 6-2. Meski tetap difavoritkan, dia tetap akan waspada dengan lawannya nanti. Sebab, petenis berusia 25 tahun itu belum kehilangan satu set pun selama bermain di AS Terbuka.
"Tidak, saya merasa bukan favorit. Karena tidak ada penonton, saya tidak merasakan apa-apa. Saya hanya merasa seperti akan bertanding dengan petenos yang sangat berbakat, yang sama seperti semua pertandingan yang saya lakukan sebelumnya," ucap Osaka mengomentari pertemuannya dengan Brady. (Baca juga: Ternyata Tidur Bisa Cegah Alzheimer)
Sementara itu, keberhasilan Brady membuatnya mencatatkan sejarah baru di AS Terbuka. Dia menjadi petenis yang berkiprah di kompetisi level perguruan tinggi pertama yang sukses melaju ke semifinal Grand Slam di negara sendiri sejak musim 1995. Bahkan dia melakukannya dengan sangat luar biasa di turnamen ini.
Dalam perjalanannya sebelum AS Terbuka, performanya memang sudah terlihat diperhitungkan sejak awal musim ini. Buktinya, dia mampu menumbangkan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty dan mengantongi kemenangan atas juara Grand Slam, seperti Maria Sharapova, dan Garbine Muguruza. Bahkan, dia juga mampu menyingkirkan Angelique Kerber di babak keempat AS Terbuka di 2020.
Lihat Juga :