Skandal Doping Guncang Dunia Tinju: 2 Juara Tercoreng, Sistem Pengawasan Dipertanyakan
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 12:19 WIB
Skandal Doping Guncang Dunia Tinju: 2 Juara Tercoreng, Sistem Pengawasan Dipertanyakan
JAKART - Dunia tinju profesional maupun amatir tengah diguncang skandal doping yang melibatkan dua nama besar: Francisco Rodriguez Jr dan Lazizbek Mullojonov. Keduanya terjerat kasus penggunaan zat terlarang, memunculkan kembali sorotan tajam terhadap lemahnya sistem pengawasan dan koordinasi antidoping dalam olahraga adu jotos ini.
Francisco Rodriguez Jr, petinju Meksiko berusia 31 tahun, mencetak kejutan saat mengalahkan Galal Yafai—peraih emas Olimpiade Tokyo 2020—dalam pertarungan sengit di Birmingham, Juni lalu. Namun, hasil itu kini digantung setelah Rodriguez dinyatakan positif menggunakan heptaminol, zat stimulan terlarang, dalam tes yang dilakukan pada malam pertarungan oleh VADA (Voluntary Anti-Doping Association).
Yang lebih mencengangkan, ini bukan kali pertama Rodriguez gagal tes doping. Enam bulan sebelumnya, usai laga melawan Josue Jesus Morales di San Antonio, Texas, ia juga terbukti positif dan diskors selama 90 hari oleh Komisi Olahraga Texas. Sayangnya, lantaran tidak adanya otoritas tunggal dalam dunia tinju profesional, hukuman itu tidak otomatis diketahui otoritas lain, termasuk British Boxing Board of Control (BBBofC) di Inggris.
Rodriguez Gagal Dua Kali dalam Enam Bulan
Francisco Rodriguez Jr, petinju Meksiko berusia 31 tahun, mencetak kejutan saat mengalahkan Galal Yafai—peraih emas Olimpiade Tokyo 2020—dalam pertarungan sengit di Birmingham, Juni lalu. Namun, hasil itu kini digantung setelah Rodriguez dinyatakan positif menggunakan heptaminol, zat stimulan terlarang, dalam tes yang dilakukan pada malam pertarungan oleh VADA (Voluntary Anti-Doping Association).
Yang lebih mencengangkan, ini bukan kali pertama Rodriguez gagal tes doping. Enam bulan sebelumnya, usai laga melawan Josue Jesus Morales di San Antonio, Texas, ia juga terbukti positif dan diskors selama 90 hari oleh Komisi Olahraga Texas. Sayangnya, lantaran tidak adanya otoritas tunggal dalam dunia tinju profesional, hukuman itu tidak otomatis diketahui otoritas lain, termasuk British Boxing Board of Control (BBBofC) di Inggris.
Lihat Juga :