World Boxing Wajibkan Petinju Putri Tes Kelamin di Kejuaraan Dunia Tinju 2025

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:01 WIB
Khelif, yang berusia 26 tahun, menegaskan bahwa ia lahir sebagai perempuan dan telah berkompetisi di level amatir selama hampir satu dekade. Namun, sorotan publik membuatnya menolak tampil dalam turnamen World Boxing di Belanda, Juni lalu, setelah aturan tes kelamin pertama kali diumumkan.

Van Der Vorst sempat meminta maaf karena menyebut nama Khelif secara spesifik saat mengumumkan rencana kebijakan itu.

Prosedur Tes dan Dampaknya

Berdasarkan aturan baru, petinju yang memiliki kondisi Differences in Sex Development (DSD) dengan proses maskulinisasi androgen hanya dapat berlaga di kategori putra.

Namun, World Boxing juga membuka opsi analisis lanjutan bagi atlet dengan kromosom Y yang tetap ingin berkompetisi di kategori putri. Prosedur tambahan tersebut mencakup: pemeriksaan genetik lanjutan, profil hormonal,

pemeriksaan anatomi, evaluasi endokrin oleh spesialis medis. Jika tidak puas dengan hasilnya, atlet diperbolehkan mengajukan banding. Federasi nasional masing-masing negara bertanggung jawab mengatur pelaksanaan tes serta melaporkan hasilnya ke World Boxing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!