Ramai-ramai Pemain Naturalisasi Hijrah ke Super League, Tak Mampu Bersaing di Klub Eropa?

Selasa, 02 September 2025 - 06:04 WIB
Thom Haye, salah satu nama besar di skuad Garuda, juga memilih pulang kampung. Setelah Almere City terdegradasi ke kasta kedua Belanda, ia langsung menerima tawaran Persib Bandung. Popularitas dan daya tarik Persib jelas menjadi magnet, tapi keputusan ini juga menggarisbawahi sulitnya pemain diaspora menjaga eksistensi di kompetisi top Eropa.

5. Eliano Reijnders: Perpisahan Haru dengan PEC Zwolle



Kasus serupa terlihat pada Eliano Reijnders. Setelah lebih dari 100 penampilan bersama PEC Zwolle, ia memutuskan menutup lembaran panjang di Belanda dan menandatangani kontrak dua tahun dengan Persib. Dalam perpisahannya, Eliano mengaku bangga atas kontribusinya di Zwolle, namun langkah hijrah ini menegaskan tren serupa: pemain keturunan lebih memilih “kepastian” di Indonesia ketimbang terus berjuang menembus level atas Eropa.

Gelombang kepindahan ini jelas memperkuat kualitas Super League sekaligus memberi keuntungan bagi Timnas Indonesia yang ingin para pemainnya tampil reguler. Namun, dari kacamata kritis, tren ini juga bisa dibaca sebagai alarm: apakah benar pemain-pemain diaspora Indonesia tidak cukup kuat bersaing di kompetisi luar negeri, sehingga memilih jalur lebih aman di tanah air?
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!