Permukiman Warga Tengger di Gunung Bromo Jadi Medan Persaingan Indonesian Downhill 2025

Selasa, 09 September 2025 - 12:56 WIB
“Memiliki panjang 1,1 kilometer. Untuk karakteristiknya, di section awal kami susun lebih technical, yaitu melewati jalur-jalur sempit perkampungan dengan belokan yang rapat. Sementara section bawah jelang finish akan lebih high speed, termasuk dengan tambahan obstacle buatan,” kata Aditya.

Dengan karakteristik trek urban tersebut, Aditya menyatakan, jalannya lomba dipastikan bakal menghadirkan aksi-aksi seru nan menghibur dari para downhiller, yang bisa disaksikan langsung masyarakat lebih dekat. Perangkat perlombaan juga dipersiapkan maksimal demi menyajikan hiburan yang menarik lewat aksi-aksi ekstrem para peserta.

"Sehingga dengan konsep urban downhill ini, kejuaraan akan semakin seru, kompetitif, dan memberikan tontonan yang menarik bagi masyarakat, dan penggemar olahraga sepeda downhill,” imbuhnya.

Nantinya kata Aditya, 76 IDH Urban 2025 akan melombakan 12 kategori, mulai dari Men Elite, Men Junior, Women Open, Men Youth, hingga berbagai kelas Men Master E, D, C, B, A, dan Sport C, B, A. Dengan konsep 70 persen kompetisi, dan 30 persen entertainment & community engagement.

"76 IDH Urban ini berstatus points race berlisensi Union Cycliste Internationale (UCI), 76 IDH Urban diposisikan sebagai non-series yang lebih mengedepankan kombinasi kompetisi sengit, sportainment yang mendekatkan olahraga ekstrem ini langsung ke tengah-tengah masyarakat, serta sport tourism. Balapan ini diproyeksikan akan menjadi salah satu highlight di kalender balap sepeda gunung tahun ini," tukasnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!