Permukiman Warga Tengger di Gunung Bromo Jadi Medan Persaingan Indonesian Downhill 2025

Selasa, 09 September 2025 - 12:56 WIB
Ia juga menyebut bahwa 76 IDH Urban juga menjadi cara untuk semakin mempopulerkan downhill ke masyarakat, sekaligus menghidupkan potensi dan pemberdayaan ekonomi lokal lewat sports tourism. Pengembangan potensi lokal baik dari sisi UMKM, tempat wisata, dan entertainment, juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di sekitarnya.

“Urban downhill memang berbeda, bukan semata-mata kompetisi, tapi ada sisi entertainment yang kuat. Treknya melewati perkampungan dan dekat dengan warga, sehingga atmosfernya akan terasa spesial bagi rider maupun penonton, melalui event ini kami ingin downhill dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang sports tourism yang mendorong ekonomi lokal,” jelasnya

Menurutnya, lokasi trek balap yang berada di lintasan permukiman warga Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, bakal memberikan tantangan baru, serta penyegaran bagi para pebalap. Terlebih lokasinya berlokasi di lereng Gunung Bromo, dengan suhu rata-rata 17-24 derajat celcius, kampung yang dihuni mayoritas Suku Tengger ini punya karakter lintasan yang menantang dan berbeda dibanding downhill konvensional.

"Ada tantangan baru juga, karena lokasinya di permukiman yang dihuni oleh mayoritas Suku Tengger, dan di suhu udara yang cukup sejuk," ungkap Agnes kembali.

Sementara itu, Event Director 76 IDH Urban, Aditya Nugraha, mengatakan meski tak masuk agenda UCI seperti seri 76 IDH, namun standar kejuaraan tetap dijaga maksimal. Total ada sepanjang 1,1 kilometer lintasan yang harus dilalui para rider donwhiller.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!