Jose Antonio Rueda Juara Dunia Moto3, Diego Moreira Kampiun Moto2 di Mandalika
Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:41 WIB
Holgado sempat memberi perlawanan ketat, namun terjatuh di lap ketujuh dan gagal melanjutkan balapan. Sejak saat itu, Moreira memimpin tanpa tersentuh hingga garis finis. Ia meninggalkan Manuel Gonzalez dan Guevara dengan jarak lebih dari tiga detik.
“Balapan ini luar biasa. Sirkuit Mandalika memang sulit, tapi kami menemukan ritme yang tepat sejak awal,” kata Moreira usai lomba.
Di sisi lain, Mario Aji, pembalap tuan rumah dari Honda Team Asia, masih belum mampu menembus papan tengah. Start dari posisi ke-25, ia hanya bisa naik hingga finis di urutan ke-20 setelah beberapa pembalap lain mengalami crash.
Ajang MotoGP Indonesia 2025 kembali menunjukkan karakter khas Mandalika: lintasan panas, grip yang menantang, dan balapan yang sarat kejutan. Dari kemenangan Moreira di Moto2 hingga momen Rueda menutup musim dengan gelar dunia, sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini membuktikan diri sebagai salah satu trek paling dinamis di kalender MotoGP.
Dengan dua bintang muda yang bersinar di hari yang sama, Minggu di Lombok itu terasa seperti perayaan masa depan MotoGP — di mana ketangguhan, strategi, dan sedikit keberuntungan menjadi kunci menuju kejayaan.
“Balapan ini luar biasa. Sirkuit Mandalika memang sulit, tapi kami menemukan ritme yang tepat sejak awal,” kata Moreira usai lomba.
Di sisi lain, Mario Aji, pembalap tuan rumah dari Honda Team Asia, masih belum mampu menembus papan tengah. Start dari posisi ke-25, ia hanya bisa naik hingga finis di urutan ke-20 setelah beberapa pembalap lain mengalami crash.
Ajang MotoGP Indonesia 2025 kembali menunjukkan karakter khas Mandalika: lintasan panas, grip yang menantang, dan balapan yang sarat kejutan. Dari kemenangan Moreira di Moto2 hingga momen Rueda menutup musim dengan gelar dunia, sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini membuktikan diri sebagai salah satu trek paling dinamis di kalender MotoGP.
Dengan dua bintang muda yang bersinar di hari yang sama, Minggu di Lombok itu terasa seperti perayaan masa depan MotoGP — di mana ketangguhan, strategi, dan sedikit keberuntungan menjadi kunci menuju kejayaan.
(sto)
Lihat Juga :