Padang Gurun Utah Jadi Saksi Keberanian di Kompetisi Sepeda Gunung Paling Ekstrem Dunia
Sabtu, 08 November 2025 - 16:47 WIB
"Run pertama tidak berjalan sesuai rencana. Sedikit terasa nyeri setelah hari yang benar-benar berat di gunung, tapi saya bersyukur masih dalam keadaan sehat. Tangan saya tidak terasa baik untuk putaran kedua, jadi saya memilih bermain aman dan menuruni gunung untuk para penggemar. Begitulah seni dalam berkompetisi — dan saya sudah tidak sabar untuk kembali lagi!" tulis Luke di media sosialnya, Sabtu (8/11/2025).
Kisah Luke Whitlock ini adalah representasi sejati dari Red Bull Rampage: keberanian bukan berarti tidak takut jatuh, tetapi tahu kapan harus bangkit lagi. Filosofi keberanian dan pantang menyerah tersebut sejalan dengan DNA yang selalu disuarakan oleh Polygon, yaitu "Lead Your Own Path".
Hal ini tercermin dalam pengembangan inovasi sepeda, kegiatan yang mereka ikuti, hingga kerja sama dengan atlet. "Turunnya kami dalam Red Bull Rampage merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Lebih dari sekadar sepeda, eksistensi Polygon di Rampage menjadi pembuktian bahwa dari semangat anak bangsa, Indonesia bisa berkontribusi di panggung tertinggi dunia dan semoga dapat terus menginspirasi banyak pihak untuk percaya pada kemampuan kita sendiri," ujar Veronica Vivin, Brand Marketing Polygon Bikes.
Kehadiran Polygon di ajang ini juga menjadi ajang uji coba. Luke Whitlock melakukan debutnya di Red Bull Rampage 2024 dengan menunggangi prototipe Polygon Collosus DH, yang kemudian resmi diluncurkan pada Maret 2025 setelah pengembangan intensif.
"Ada banyak pertimbangan dalam pengembangan lahirnya sepeda downhill kali ini. Kami ingin menemukan formula terbaik agar Collosus DH bisa kompetitif dengan brand internasional lain sekelas Red Bull Rampage," imbuh Zendy Meidyawan Renan, Polygon Chief Engineer.
Kisah Luke Whitlock ini adalah representasi sejati dari Red Bull Rampage: keberanian bukan berarti tidak takut jatuh, tetapi tahu kapan harus bangkit lagi. Filosofi keberanian dan pantang menyerah tersebut sejalan dengan DNA yang selalu disuarakan oleh Polygon, yaitu "Lead Your Own Path".
Hal ini tercermin dalam pengembangan inovasi sepeda, kegiatan yang mereka ikuti, hingga kerja sama dengan atlet. "Turunnya kami dalam Red Bull Rampage merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Lebih dari sekadar sepeda, eksistensi Polygon di Rampage menjadi pembuktian bahwa dari semangat anak bangsa, Indonesia bisa berkontribusi di panggung tertinggi dunia dan semoga dapat terus menginspirasi banyak pihak untuk percaya pada kemampuan kita sendiri," ujar Veronica Vivin, Brand Marketing Polygon Bikes.
Kehadiran Polygon di ajang ini juga menjadi ajang uji coba. Luke Whitlock melakukan debutnya di Red Bull Rampage 2024 dengan menunggangi prototipe Polygon Collosus DH, yang kemudian resmi diluncurkan pada Maret 2025 setelah pengembangan intensif.
"Ada banyak pertimbangan dalam pengembangan lahirnya sepeda downhill kali ini. Kami ingin menemukan formula terbaik agar Collosus DH bisa kompetitif dengan brand internasional lain sekelas Red Bull Rampage," imbuh Zendy Meidyawan Renan, Polygon Chief Engineer.
(yov)
Lihat Juga :