Piala Dunia 2026 dalam Bayang-Bayang Perang Amerika
Kamis, 08 Januari 2026 - 06:14 WIB
Di sisi lain, kekhawatiran justru menguat di Meksiko, yang juga menjadi tuan rumah turnamen. Retorika keras Presiden AS Donald Trump, termasuk ancaman tindakan sepihak terhadap kartel narkoba dan kemungkinan penggunaan kekuatan militer, membuat sebagian pejabat dan pelaku usaha Meksiko cemas akan stabilitas kawasan. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memang secara terbuka menolak narasi invasi, tetapi di balik layar, kekhawatiran tetap ada, terlebih setelah penangkapan Maduro menunjukkan kesediaan Washington bertindak agresif di kawasan.
"Kami secara tegas menolak intervensi dalam urusan internal negara lain," tegas Presiden Sheinbaum, mengulangi pernyataan sebelumnya, melansir Al Arabiya dari Reuters (6/1/2026).
Meski demikian, FIFA hingga kini tetap bersikukuh pada rencana awal. Tidak ada indikasi resmi bahwa badan sepak bola dunia itu mempertimbangkan pemindahan pertandingan dari Amerika Serikat. Mantan pemain tim nasional Uni Soviet, Vladimir Ponomaryov, bahkan menilai wacana relokasi nyaris mustahil. Menurutnya, keputusan tuan rumah sudah final, diperkuat oleh posisi politik dan ekonomi Amerika Serikat dalam struktur sepak bola global serta kedekatan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Trump.
Dengan kalender yang kian mendekat, Piala Dunia 2026 pun berada di persimpangan antara ambisi olahraga dan realitas geopolitik. Ancaman perang atau eskalasi konflik Amerika Serikat memang memicu kekhawatiran, tetapi sejauh ini lebih banyak hidup sebagai wacana politik ketimbang ancaman nyata terhadap penyelenggaraan turnamen. FIFA memilih bertahan pada prinsip netralitas olahraga, sementara dunia menunggu apakah tensi geopolitik akan mereda atau justru semakin membebani pesta sepak bola terbesar di planet ini.
"Kami secara tegas menolak intervensi dalam urusan internal negara lain," tegas Presiden Sheinbaum, mengulangi pernyataan sebelumnya, melansir Al Arabiya dari Reuters (6/1/2026).
Meski demikian, FIFA hingga kini tetap bersikukuh pada rencana awal. Tidak ada indikasi resmi bahwa badan sepak bola dunia itu mempertimbangkan pemindahan pertandingan dari Amerika Serikat. Mantan pemain tim nasional Uni Soviet, Vladimir Ponomaryov, bahkan menilai wacana relokasi nyaris mustahil. Menurutnya, keputusan tuan rumah sudah final, diperkuat oleh posisi politik dan ekonomi Amerika Serikat dalam struktur sepak bola global serta kedekatan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Trump.
Dengan kalender yang kian mendekat, Piala Dunia 2026 pun berada di persimpangan antara ambisi olahraga dan realitas geopolitik. Ancaman perang atau eskalasi konflik Amerika Serikat memang memicu kekhawatiran, tetapi sejauh ini lebih banyak hidup sebagai wacana politik ketimbang ancaman nyata terhadap penyelenggaraan turnamen. FIFA memilih bertahan pada prinsip netralitas olahraga, sementara dunia menunggu apakah tensi geopolitik akan mereda atau justru semakin membebani pesta sepak bola terbesar di planet ini.
(sto)
Lihat Juga :