Atlet Nasional Siti Nur Rahayu Derita Usus Pecah, Sempat Kesulitan Berobat karena Tak Punya BPJS
Senin, 09 Februari 2026 - 20:07 WIB
Kondisinya yang belum pulih membuat aktivitas Siti sangat terbatas. Ia mengaku tak mampu beraktivitas normal dan mudah mengalami demam ketika terlalu banyak bergerak. Di tengah kondisi itu, ia juga sempat merasa kurang mendapat perhatian sebelum kisahnya viral. Bahkan, dalam keadaan sakit, ia pernah didatangi pihak tertentu untuk melengkapi administrasi pertandingan, bukan untuk menjenguk.
Setelah kisahnya ramai diperbincangkan, dukungan pun mengalir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat. Dinas Kesehatan Jabar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Garut dan membawa Siti ke RS Welas Asih, Kabupaten Bandung, untuk perawatan lanjutan. Kepesertaan BPJS bantuan pemerintah akhirnya kembali aktif.
"Pada awal dibawa ke RS Welas Asih, Siti dirawat di IGD untuk diperiksa oleh dokter jaga bedah. Lalu, ia ditangani sesuai prosedur kegawatan dan dilakukan rotgen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi, dikutip laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (6/2/2026).
Kini, Siti menjalani pemantauan intensif di rumah sakit, sementara publik menaruh harapan agar kasusnya menjadi momentum pembenahan sistem jaminan kesehatan bagi atlet daerah, agar tak ada lagi pejuang olahraga yang harus berjuang sendirian saat sakit.
Setelah kisahnya ramai diperbincangkan, dukungan pun mengalir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat. Dinas Kesehatan Jabar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Garut dan membawa Siti ke RS Welas Asih, Kabupaten Bandung, untuk perawatan lanjutan. Kepesertaan BPJS bantuan pemerintah akhirnya kembali aktif.
"Pada awal dibawa ke RS Welas Asih, Siti dirawat di IGD untuk diperiksa oleh dokter jaga bedah. Lalu, ia ditangani sesuai prosedur kegawatan dan dilakukan rotgen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi, dikutip laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (6/2/2026).
Kini, Siti menjalani pemantauan intensif di rumah sakit, sementara publik menaruh harapan agar kasusnya menjadi momentum pembenahan sistem jaminan kesehatan bagi atlet daerah, agar tak ada lagi pejuang olahraga yang harus berjuang sendirian saat sakit.
(sto)
Lihat Juga :