76 Indonesian Downhill 2026 Hadir Lebih Ekstrem, Persaingan Rider Dipastikan Makin Panas
Kamis, 14 Mei 2026 - 05:52 WIB
Jambol mengaku sudah pernah menjajal trek Bukit Hijau pada 2018, meski layout terbaru lintasan masih menjadi tantangan baru baginya. Karena itu, ia memilih fokus pada persiapan teknis sepeda sebelum menentukan strategi balap.
“Saya sudah pernah main di Trek Bukit Hijau Park, tapi sudah cukup lama sekitar 2018. Treknya lumayan high speed, tapi saya belum tahu layout yang baru ini. Untuk saat ini saya menyiapkan settingan sepeda terlebih dahulu, mulai dari suspensi, pemilihan ban, dan teknis lainnya,” ujarnya.
Persaingan kelas Men Elite musim ini diprediksi semakin ketat. Selain Jambol, sejumlah nama seperti Rendy Varera Sanjaya, Khoiful Mukhib, Andy Yoga, hingga Pahraz Salman Alparisi siap bersaing memburu podium.
Juara umum Men Elite 2025, Pandu Satrio, juga dipastikan kembali menjadi ancaman serius meski masih berstatus rookie.
Menghadapi persaingan tersebut, Jambol menegaskan dirinya tak boleh kehilangan fokus sedikit pun.
“Kelas elite sekarang memang semakin ketat karena banyak rider muda yang nyalinya besar dan tampil agresif. Sebagai rider yang sudah lama di elite, saya tidak boleh lengah. Saya harus latihan lebih keras, melatih fisik, skill, nyali, dan mental supaya tetap bisa bersaing. Karena kalau lengah sedikit saja, akan sulit bersaing dengan rider-rider muda,” tutupnya.
“Saya sudah pernah main di Trek Bukit Hijau Park, tapi sudah cukup lama sekitar 2018. Treknya lumayan high speed, tapi saya belum tahu layout yang baru ini. Untuk saat ini saya menyiapkan settingan sepeda terlebih dahulu, mulai dari suspensi, pemilihan ban, dan teknis lainnya,” ujarnya.
Persaingan kelas Men Elite musim ini diprediksi semakin ketat. Selain Jambol, sejumlah nama seperti Rendy Varera Sanjaya, Khoiful Mukhib, Andy Yoga, hingga Pahraz Salman Alparisi siap bersaing memburu podium.
Juara umum Men Elite 2025, Pandu Satrio, juga dipastikan kembali menjadi ancaman serius meski masih berstatus rookie.
Menghadapi persaingan tersebut, Jambol menegaskan dirinya tak boleh kehilangan fokus sedikit pun.
“Kelas elite sekarang memang semakin ketat karena banyak rider muda yang nyalinya besar dan tampil agresif. Sebagai rider yang sudah lama di elite, saya tidak boleh lengah. Saya harus latihan lebih keras, melatih fisik, skill, nyali, dan mental supaya tetap bisa bersaing. Karena kalau lengah sedikit saja, akan sulit bersaing dengan rider-rider muda,” tutupnya.
(sto)
Lihat Juga :