Superkomputer Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Inggris dan Argentina Rival Terberat
Selasa, 02 Juni 2026 - 06:10 WIB
Di luar empat favorit utama, Portugal, Brasil, dan Jerman berada dalam kategori penantang serius. Portugal membawa misi terakhir Cristiano Ronaldo yang akan mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia. Brasil memasuki era baru bersama Carlo Ancelotti dan kembali memanggil Neymar untuk memimpin generasi Vinicius Junior serta Raphinha. Sedangkan Jerman berharap Florian Wirtz mampu menjadi pembeda setelah beberapa turnamen terakhir tampil di bawah ekspektasi.
Menariknya, superkomputer Opta tidak sepenuhnya percaya pada kejutan romantis. Peluang negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dinilai sangat kecil untuk menjadi juara. Amerika Serikat hanya diberi probabilitas 1,2 persen, Meksiko 1 persen, sedangkan Kanada lebih rendah lagi.
Namun justru di situlah letak daya tarik Piala Dunia 2026. Format baru dengan 48 peserta dan fase 32 besar membuat potensi kejutan semakin besar. Dalam simulasi Opta, bahkan Haiti pernah satu kali keluar sebagai juara dari 10.000 percobaan. Satu-satunya negara yang sama sekali tidak pernah menjadi juara dalam seluruh simulasi adalah Curacao.
Opta juga memberi perhatian khusus kepada tim-tim kuda hitam seperti Belanda, Norwegia, Kolombia, dan Maroko. Belanda disebut punya peluang 3,6 persen untuk juara, sedangkan Norwegia 3,5 persen berkat duet mematikan Erling Haaland dan Martin Odegaard. Maroko tetap dianggap ancaman serius setelah keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Dengan lebih dari 100 pertandingan, format baru, dan deretan superstar lintas generasi, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling sulit ditebak sepanjang sejarah. Superkomputer boleh menjagokan Spanyol, tetapi sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa statistik tidak selalu mampu mengalahkan drama sepak bola.
Menariknya, superkomputer Opta tidak sepenuhnya percaya pada kejutan romantis. Peluang negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dinilai sangat kecil untuk menjadi juara. Amerika Serikat hanya diberi probabilitas 1,2 persen, Meksiko 1 persen, sedangkan Kanada lebih rendah lagi.
Namun justru di situlah letak daya tarik Piala Dunia 2026. Format baru dengan 48 peserta dan fase 32 besar membuat potensi kejutan semakin besar. Dalam simulasi Opta, bahkan Haiti pernah satu kali keluar sebagai juara dari 10.000 percobaan. Satu-satunya negara yang sama sekali tidak pernah menjadi juara dalam seluruh simulasi adalah Curacao.
Opta juga memberi perhatian khusus kepada tim-tim kuda hitam seperti Belanda, Norwegia, Kolombia, dan Maroko. Belanda disebut punya peluang 3,6 persen untuk juara, sedangkan Norwegia 3,5 persen berkat duet mematikan Erling Haaland dan Martin Odegaard. Maroko tetap dianggap ancaman serius setelah keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Dengan lebih dari 100 pertandingan, format baru, dan deretan superstar lintas generasi, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling sulit ditebak sepanjang sejarah. Superkomputer boleh menjagokan Spanyol, tetapi sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa statistik tidak selalu mampu mengalahkan drama sepak bola.
(sto)
Lihat Juga :