WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:26 WIB
Ia menambahkan, WOSPAC Indonesia saat ini memprioritaskan pengiriman pemain berusia 13-14 tahun ke Spanyol, meskipun WOSPAC Barcelona membuka program bagi peserta berusia 10 hingga 24 tahun.
Menurut Benhard, usia 13-14 tahun dinilai ideal untuk mulai beradaptasi dan berkompetisi di Eropa, sekaligus mengejar status home grown player setelah menjalani pembinaan selama tiga tahun di Spanyol.
Para pemain tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga berkompetisi di liga resmi sehingga terbiasa menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan yang sesungguhnya.
Selain itu, para peserta memperoleh akses ke jaringan pencari bakat, agen, serta klub-klub Eropa yang dapat membuka peluang karier profesional di masa depan.
Mengusung tema "Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat", WOSPAC Indonesia hadir sebagai kolaborasi strategis yang bertujuan memberikan pendampingan bagi atlet muda Indonesia agar mampu mengoptimalkan potensinya.
Melalui program pelatihan yang komprehensif, WOSPAC berupaya mempersiapkan pesepak bola muda Indonesia untuk berprestasi di level tinggi dan siap bersaing secara profesional.
"WOSPAC Indonesia merupakan solusi jangka panjang yang melengkapi program PSSI. Kami ingin bermitra dengan PSSI, sektor swasta, dan berbagai pihak terkait untuk mengirim serta membina talenta lokal di akademi-akademi elite dunia demi mewujudkan kemandirian sepak bola Indonesia. Karena itu, diperlukan kolaborasi strategis dalam menyusun roadmap pembinaan usia dini berbasis model akademi sepak bola kelas dunia," tambahnya.
WOSPAC sendiri telah melahirkan sejumlah pemain ternama dunia, di antaranya kiper Arsenal David Raya, pemain AS Monaco Keita Baldé, hingga legenda Barcelona Jordi Alba.
Menurut Benhard, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan baru sepak bola Asia. Potensi tersebut perlu didukung melalui pembinaan usia muda yang berkelanjutan, pengembangan akademi berkualitas, serta dukungan dari berbagai pihak.
Selain itu, ia menilai reformasi sistem manajemen sepak bola, peningkatan kualitas infrastruktur, serta profesionalisme dalam pengelolaan kompetisi menjadi faktor penting agar Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Menurut Benhard, usia 13-14 tahun dinilai ideal untuk mulai beradaptasi dan berkompetisi di Eropa, sekaligus mengejar status home grown player setelah menjalani pembinaan selama tiga tahun di Spanyol.
Para pemain tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga berkompetisi di liga resmi sehingga terbiasa menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan yang sesungguhnya.
Selain itu, para peserta memperoleh akses ke jaringan pencari bakat, agen, serta klub-klub Eropa yang dapat membuka peluang karier profesional di masa depan.
Mengusung tema "Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat", WOSPAC Indonesia hadir sebagai kolaborasi strategis yang bertujuan memberikan pendampingan bagi atlet muda Indonesia agar mampu mengoptimalkan potensinya.
Melalui program pelatihan yang komprehensif, WOSPAC berupaya mempersiapkan pesepak bola muda Indonesia untuk berprestasi di level tinggi dan siap bersaing secara profesional.
"WOSPAC Indonesia merupakan solusi jangka panjang yang melengkapi program PSSI. Kami ingin bermitra dengan PSSI, sektor swasta, dan berbagai pihak terkait untuk mengirim serta membina talenta lokal di akademi-akademi elite dunia demi mewujudkan kemandirian sepak bola Indonesia. Karena itu, diperlukan kolaborasi strategis dalam menyusun roadmap pembinaan usia dini berbasis model akademi sepak bola kelas dunia," tambahnya.
WOSPAC sendiri telah melahirkan sejumlah pemain ternama dunia, di antaranya kiper Arsenal David Raya, pemain AS Monaco Keita Baldé, hingga legenda Barcelona Jordi Alba.
Menurut Benhard, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan baru sepak bola Asia. Potensi tersebut perlu didukung melalui pembinaan usia muda yang berkelanjutan, pengembangan akademi berkualitas, serta dukungan dari berbagai pihak.
Selain itu, ia menilai reformasi sistem manajemen sepak bola, peningkatan kualitas infrastruktur, serta profesionalisme dalam pengelolaan kompetisi menjadi faktor penting agar Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Lihat Juga :