2 Kuda Hitam Curi Panggung, Piala Dunia 2026 Hadirkan Era Baru?
Selasa, 30 Juni 2026 - 14:04 WIB
Dalam tiga edisi terakhir, performa Der Panzer terus menurun. Tersingkir di fase grup untuk pertama kalinya dalam 80 tahun (2018), Kembali gagal lolos dari fase grup (2022), dan Lolos ke fase gugur, tetapi langsung tersingkir di babak 32 besar (2026).
Artinya, sejak mengangkat trofi dunia pada 2014, Jerman hanya mampu melewati babak fase grup sebanyak satu kali di Piala Dunia. Sebuah penurunan drastis bagi negara yang pernah empat kali menjadi juara dunia.
Sementara itu, Belanda mengalami nasib serupa. De Oranje gagal mempertahankan keunggulan atas Maroko setelah kebobolan pada masa injury time sebelum akhirnya menyerah melalui drama adu penalti. Belanda memang tidak mengalami kemerosotan sedalam Jerman, tetapi eliminasi kali ini tetap mengejutkan.
Sejak kembali menjadi kekuatan dunia pada 2010, De Oranje selalu tampil kompetitif. De Oranje sukses merebut status sebagai Runner-up (2010), peringkat ketiga (.
2014), gagal lolos dari fase grup (2018), perempat final (2022) dan tersingkir di babak 32 besar (2026).
Artinya, sejak mengangkat trofi dunia pada 2014, Jerman hanya mampu melewati babak fase grup sebanyak satu kali di Piala Dunia. Sebuah penurunan drastis bagi negara yang pernah empat kali menjadi juara dunia.
Belanda Kehilangan Konsistensi
Sementara itu, Belanda mengalami nasib serupa. De Oranje gagal mempertahankan keunggulan atas Maroko setelah kebobolan pada masa injury time sebelum akhirnya menyerah melalui drama adu penalti. Belanda memang tidak mengalami kemerosotan sedalam Jerman, tetapi eliminasi kali ini tetap mengejutkan.
Sejak kembali menjadi kekuatan dunia pada 2010, De Oranje selalu tampil kompetitif. De Oranje sukses merebut status sebagai Runner-up (2010), peringkat ketiga (.
2014), gagal lolos dari fase grup (2018), perempat final (2022) dan tersingkir di babak 32 besar (2026).
Lihat Juga :