UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Jum'at, 03 Juli 2026 - 03:03 WIB
Aturan kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat berbicara merupakan gagasan Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menginginkan regulasi tersebut memiliki efek jera terhadap tindakan yang berpotensi menyembunyikan ujaran diskriminatif di lapangan.
Usulan itu kemudian disetujui oleh International Football Association Board (IFAB) pada April lalu dan mulai diterapkan di Piala Dunia 2026.
Pemain Paraguay Miguel Almiron menjadi pesepak bola pertama yang diusir menggunakan aturan tersebut saat menghadapi Turki di fase grup. Setelah itu, bek Ekuador Piero Hincapie juga menerima kartu merah usai tinjauan VAR dalam laga babak 32 besar melawan tuan rumah Meksiko.
Meski demikian, penerapan aturan baru FIFA memicu perdebatan. Sejumlah pihak menilai regulasi tersebut berpotensi menciptakan praduga bersalah terhadap pemain sebelum adanya bukti bahwa mereka benar-benar mengucapkan kata-kata yang melanggar aturan.
Kekhawatiran lain adalah aturan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menjebak lawan agar mendapat kartu merah, meski belum tentu terjadi pelanggaran verbal. Kontroversi semakin mencuat setelah gelandang Inggris Jude Bellingham tidak mendapat kartu merah ketika menutupi mulutnya saat berbicara dengan pemain Ghana Jordan Ayew pada laga fase grup Piala Dunia 2026.
Usulan itu kemudian disetujui oleh International Football Association Board (IFAB) pada April lalu dan mulai diterapkan di Piala Dunia 2026.
Pemain Paraguay Miguel Almiron menjadi pesepak bola pertama yang diusir menggunakan aturan tersebut saat menghadapi Turki di fase grup. Setelah itu, bek Ekuador Piero Hincapie juga menerima kartu merah usai tinjauan VAR dalam laga babak 32 besar melawan tuan rumah Meksiko.
Meski demikian, penerapan aturan baru FIFA memicu perdebatan. Sejumlah pihak menilai regulasi tersebut berpotensi menciptakan praduga bersalah terhadap pemain sebelum adanya bukti bahwa mereka benar-benar mengucapkan kata-kata yang melanggar aturan.
Kekhawatiran lain adalah aturan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menjebak lawan agar mendapat kartu merah, meski belum tentu terjadi pelanggaran verbal. Kontroversi semakin mencuat setelah gelandang Inggris Jude Bellingham tidak mendapat kartu merah ketika menutupi mulutnya saat berbicara dengan pemain Ghana Jordan Ayew pada laga fase grup Piala Dunia 2026.
(yov)
Lihat Juga :