UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut

Jum'at, 03 Juli 2026 - 03:03 WIB
Meski demikian, UEFA menegaskan keputusan tersebut tidak menghalangi proses investigasi atau sanksi disiplin apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran, seperti ujaran diskriminatif atau tindakan tidak pantas lainnya. Meski menolak aturan kartu merah tersebut, UEFA memastikan akan tetap memanfaatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk mengawasi pelaksanaan sejumlah aturan baru lainnya.

Salah satunya adalah pemeriksaan terhadap keputusan tendangan sudut. Sepanjang Piala Dunia 2026, tercatat sudah 22 keputusan tendangan sudut yang dikoreksi menjadi tendangan gawang setelah ditinjau melalui VAR.

Selain itu, UEFA juga tidak akan menerapkan aturan kartu merah bagi pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit, meski regulasi tersebut telah digunakan dalam kompetisi yang berada di bawah naungan FIFA.

Baca Juga:

Berawal dari Kasus Prestianni

Isu pemain yang menutup mulut saat berbicara menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan winger Benfica Gianluca Prestianni dan penyerang Real Madrid Vinicius Junior pada laga Liga Champions, Februari lalu. Saat itu, Prestianni terlihat menutupi mulutnya ketika berbicara kepada Vinicius.

Awalnya, pemain asal Argentina tersebut dituduh melakukan pelecehan rasial dan sempat dijatuhi skors satu pertandingan. Namun, setelah penyelidikan UEFA, Prestianni dinyatakan bersalah atas perilaku homofobia dan dijatuhi hukuman larangan bermain enam pertandingan, dengan tiga pertandingan di antaranya ditangguhkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!