10 Negara yang Pernah Diskors FIFA karena Intervensi Politik: Ada Indonesia hingga Rusia
Selasa, 07 Juli 2026 - 15:38 WIB
Kenya termasuk negara Afrika yang berulang kali mengalami masalah hubungan antara pemerintah dan federasi sepak bola. FIFA pernah menjatuhkan sanksi pada 2004, 2006, dan kembali mengambil langkah pada 2022 akibat dugaan campur tangan pemerintah dalam pengelolaan federasi. Kasus Kenya menunjukkan bahwa FIFA dapat menjatuhkan sanksi berulang jika masalah independensi asosiasi tidak benar-benar diselesaikan.
8. Kongo
FIFA menjatuhkan skorsing kepada Federasi Sepak Bola Kongo atau FECOFOOT pada Februari 2025. Sanksi tersebut diberikan karena FIFA menilai terdapat intervensi serius dari pihak ketiga dalam operasional federasi, termasuk soal penguasaan kantor pusat, pusat teknis, serta rekening organisasi. FIFA kemudian mencabut hukuman pada Mei 2025 setelah kontrol fasilitas dan administrasi kembali kepada pengurus yang diakui FIFA dan CAF.
9. Sierra Leone
Sierra Leone dikenai sanksi FIFA pada Oktober 2018 setelah pemerintah mencopot presiden dan sekretaris jenderal federasi sepak bola setempat. FIFA memandang tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi pemerintah. Larangan baru dapat diakhiri setelah kepemimpinan yang diakui FIFA kembali memperoleh kendali atas kantor, administrasi, rekening, dan saluran komunikasi federasi.
10. Guatemala
Guatemala menjadi satu-satunya negara dari kawasan CONCACAF dalam daftar ini. FIFA menjatuhkan skorsing pada 2016 setelah otoritas lokal dianggap menghambat kerja komite normalisasi yang dibentuk untuk membenahi sepak bola Guatemala pasca-skandal korupsi. Situasi tersebut membuat FIFA menilai federasi tidak lagi dapat bekerja bebas dari tekanan pihak luar.
Kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa FIFA secara formal menempatkan independensi federasi sebagai prinsip utama. Dalam Statuta FIFA, asosiasi anggota diwajibkan mengelola urusan mereka tanpa dipengaruhi pihak ketiga, sementara pelanggaran dapat berujung pada hilangnya hak keanggotaan dan larangan berkompetisi secara internasional
8. Kongo
FIFA menjatuhkan skorsing kepada Federasi Sepak Bola Kongo atau FECOFOOT pada Februari 2025. Sanksi tersebut diberikan karena FIFA menilai terdapat intervensi serius dari pihak ketiga dalam operasional federasi, termasuk soal penguasaan kantor pusat, pusat teknis, serta rekening organisasi. FIFA kemudian mencabut hukuman pada Mei 2025 setelah kontrol fasilitas dan administrasi kembali kepada pengurus yang diakui FIFA dan CAF.
9. Sierra Leone
Sierra Leone dikenai sanksi FIFA pada Oktober 2018 setelah pemerintah mencopot presiden dan sekretaris jenderal federasi sepak bola setempat. FIFA memandang tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi pemerintah. Larangan baru dapat diakhiri setelah kepemimpinan yang diakui FIFA kembali memperoleh kendali atas kantor, administrasi, rekening, dan saluran komunikasi federasi.
10. Guatemala
Guatemala menjadi satu-satunya negara dari kawasan CONCACAF dalam daftar ini. FIFA menjatuhkan skorsing pada 2016 setelah otoritas lokal dianggap menghambat kerja komite normalisasi yang dibentuk untuk membenahi sepak bola Guatemala pasca-skandal korupsi. Situasi tersebut membuat FIFA menilai federasi tidak lagi dapat bekerja bebas dari tekanan pihak luar.
Kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa FIFA secara formal menempatkan independensi federasi sebagai prinsip utama. Dalam Statuta FIFA, asosiasi anggota diwajibkan mengelola urusan mereka tanpa dipengaruhi pihak ketiga, sementara pelanggaran dapat berujung pada hilangnya hak keanggotaan dan larangan berkompetisi secara internasional
(sto)
Lihat Juga :