Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 - 09:09 WIB
"Tetaplah berpijak di bumi."
Marseille merekrutnya setelah Piala Dunia Qatar, tetapi cedera membuat perkembangannya terhambat. Kesempatan bermain yang minim memaksanya menerima peminjaman ke Panathinaikos di Yunani.
Di sanalah kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia mencatat lima gol dan tujuh assist, terpilih sebagai Pemain Terbaik Musim Ini, lalu direkrut Girona pada 2025.
Di Spanyol, Ounahi kembali menunjukkan kualitasnya. Gol indah ke gawang Athletic Bilbao dan performa konsisten membuatnya masuk Tim Terbaik La Liga versi Marca. Pelatih Girona, Míchel Sánchez, bahkan menyebut Ounahi sebagai pemain yang luar biasa, baik saat menguasai bola maupun ketika menjalankan tugas taktis.
Kini Ounahi bukan lagi sekadar gelandang pekerja keras. Ia telah berevolusi menjadi pemain yang mampu mengendalikan ritme permainan sekaligus mencetak gol-gol penting.
Transformasi itu terlihat jelas saat menghadapi Kanada. Bukan hanya dua gol yang membuatnya bersinar, tetapi juga ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan kepemimpinannya di lapangan.
Tak heran jika pemain muda Maroko, Samir El Mourabet, menyebut Ounahi sebagai sosok yang paling menginspirasinya di tim nasional. Kini tantangan berikutnya sudah menanti. Ya, Prancis.
Empat tahun lalu, Les Bleus menghentikan mimpi Maroko di semifinal Piala Dunia 2022. Kini, mereka kembali bertemu di perempat final.
Namun Ounahi bukan lagi pemain yang membuat Luis Enrique bertanya-tanya siapa dirinya. Ia telah menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Afrika. Anak kecil dari Hay Lalla Meriem yang dulu bermain dengan bola kempis demi keluar dari kerasnya kehidupan kini membawa harapan jutaan rakyat Maroko.
Marseille merekrutnya setelah Piala Dunia Qatar, tetapi cedera membuat perkembangannya terhambat. Kesempatan bermain yang minim memaksanya menerima peminjaman ke Panathinaikos di Yunani.
Di sanalah kepercayaan dirinya kembali tumbuh. Ia mencatat lima gol dan tujuh assist, terpilih sebagai Pemain Terbaik Musim Ini, lalu direkrut Girona pada 2025.
Di Spanyol, Ounahi kembali menunjukkan kualitasnya. Gol indah ke gawang Athletic Bilbao dan performa konsisten membuatnya masuk Tim Terbaik La Liga versi Marca. Pelatih Girona, Míchel Sánchez, bahkan menyebut Ounahi sebagai pemain yang luar biasa, baik saat menguasai bola maupun ketika menjalankan tugas taktis.
Kini Ounahi bukan lagi sekadar gelandang pekerja keras. Ia telah berevolusi menjadi pemain yang mampu mengendalikan ritme permainan sekaligus mencetak gol-gol penting.
Transformasi itu terlihat jelas saat menghadapi Kanada. Bukan hanya dua gol yang membuatnya bersinar, tetapi juga ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan kepemimpinannya di lapangan.
Tak heran jika pemain muda Maroko, Samir El Mourabet, menyebut Ounahi sebagai sosok yang paling menginspirasinya di tim nasional. Kini tantangan berikutnya sudah menanti. Ya, Prancis.
Empat tahun lalu, Les Bleus menghentikan mimpi Maroko di semifinal Piala Dunia 2022. Kini, mereka kembali bertemu di perempat final.
Namun Ounahi bukan lagi pemain yang membuat Luis Enrique bertanya-tanya siapa dirinya. Ia telah menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Afrika. Anak kecil dari Hay Lalla Meriem yang dulu bermain dengan bola kempis demi keluar dari kerasnya kehidupan kini membawa harapan jutaan rakyat Maroko.
(yov)
Lihat Juga :