FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:10 WIB
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengusaha Guillermo Tofoni yang selama ini dikenal memiliki perselisihan panjang dengan kepemimpinan AFA. Departemen Kehakiman AS juga disebut mempertimbangkan memanggil sejumlah mantan pejabat pemerintahan Presiden Javier Milei karena dinilai memiliki informasi terkait aktivitas keuangan organisasi tersebut. Menurut sumber yang dikutip media setempat, penyelidikan telah dimulai sejak 2025 dan ditangani oleh tim jaksa yang memiliki spesialisasi dalam kejahatan keuangan.
Baca Juga: Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Di tengah mencuatnya isu tersebut, perwakilan AFA untuk Amerika Utara, Tomás Regalado, meminta publik tetap menghormati asas praduga tak bersalah. "Langkah investigasi tidak berarti seseorang telah terbukti bersalah," tegas Regalado dalam sebuah forum mengenai sepak bola, korupsi, dan penegakan hukum di Miami.
Kasus yang sedang ditangani otoritas Amerika Serikat ini juga berbeda dengan perkara hukum yang dihadapi Claudio Tapia di Argentina terkait dugaan pelanggaran pajak dan kontribusi jaminan sosial. Perkara tersebut masih berada di bawah kewenangan pengadilan Argentina dan tidak termasuk dalam penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS.
Bagi Argentina, kabar ini menjadi awan gelap yang datang di tengah perjuangan mereka mengejar kejayaan di Piala Dunia 2026. Saat para pemain berjuang mengharumkan nama bangsa di atas lapangan, federasi sepak bola mereka justru menghadapi sorotan tajam dari aparat penegak hukum di luar lapangan.
Baca Juga: Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Di tengah mencuatnya isu tersebut, perwakilan AFA untuk Amerika Utara, Tomás Regalado, meminta publik tetap menghormati asas praduga tak bersalah. "Langkah investigasi tidak berarti seseorang telah terbukti bersalah," tegas Regalado dalam sebuah forum mengenai sepak bola, korupsi, dan penegakan hukum di Miami.
Kasus yang sedang ditangani otoritas Amerika Serikat ini juga berbeda dengan perkara hukum yang dihadapi Claudio Tapia di Argentina terkait dugaan pelanggaran pajak dan kontribusi jaminan sosial. Perkara tersebut masih berada di bawah kewenangan pengadilan Argentina dan tidak termasuk dalam penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS.
Bagi Argentina, kabar ini menjadi awan gelap yang datang di tengah perjuangan mereka mengejar kejayaan di Piala Dunia 2026. Saat para pemain berjuang mengharumkan nama bangsa di atas lapangan, federasi sepak bola mereka justru menghadapi sorotan tajam dari aparat penegak hukum di luar lapangan.
(yov)
Lihat Juga :