Skandal Piala Dunia 2026, Parlemen Eropa Minta Presiden FIFA Gianni Infantino Diinvestigasi
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:37 WIB
Dalam pernyataan bersama, para anggota parlemen itu menilai perubahan status hukuman kartu merah di tengah turnamen sebagai tindakan yang mencederai rasa keadilan. Mereka menegaskan sepak bola seharusnya berjalan dengan aturan yang transparan dan berlaku sama bagi semua peserta, bukan ditentukan oleh intervensi politik.
Sejauh ini, sedikitnya 35 anggota parlemen dilaporkan telah mendukung surat tersebut. Mereka juga menyinggung hubungan dekat Infantino dengan Trump, termasuk pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden AS, sebagai salah satu aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam pemeriksaan etik.
FIFA membela keputusan tersebut dengan menyatakan pencabutan hukuman Balogun merupakan kewenangan komite disiplin, bukan keputusan personal Infantino. Namun, kontroversi tetap berkembang karena Trump menyatakan dirinya telah meminta peninjauan atas kartu merah Balogun dan menilai insiden itu bukan pelanggaran serius.
Trump bahkan mengungkap telah melakukan komunikasi dengan FIFA terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia membantah mendikte keputusan akhir dan menyebut komite independen FIFA yang menentukan nasib Balogun. Amerika Serikat sendiri akhirnya tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia, tetapi polemik mengenai dugaan campur tangan politik dalam keputusan FIFA belum mereda.
Sejauh ini, sedikitnya 35 anggota parlemen dilaporkan telah mendukung surat tersebut. Mereka juga menyinggung hubungan dekat Infantino dengan Trump, termasuk pemberian FIFA Peace Prize kepada Presiden AS, sebagai salah satu aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam pemeriksaan etik.
FIFA membela keputusan tersebut dengan menyatakan pencabutan hukuman Balogun merupakan kewenangan komite disiplin, bukan keputusan personal Infantino. Namun, kontroversi tetap berkembang karena Trump menyatakan dirinya telah meminta peninjauan atas kartu merah Balogun dan menilai insiden itu bukan pelanggaran serius.
Trump bahkan mengungkap telah melakukan komunikasi dengan FIFA terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia membantah mendikte keputusan akhir dan menyebut komite independen FIFA yang menentukan nasib Balogun. Amerika Serikat sendiri akhirnya tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia, tetapi polemik mengenai dugaan campur tangan politik dalam keputusan FIFA belum mereda.
(sto)
Lihat Juga :