Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:58 WIB
"Aku bersyukur banget ke Allah Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan hari ini, dan berkat kerja keras teman-teman, ofisial dan semua tim di lapangan. Tadi sama-sama saling counter, tapi kami bisa mengontrol tempo permainan. Di final besok, kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini. Jadi kami akan memanfaatkan waktu recovery singkat ini, bagaimanapun besok kami habiskan tenaga untuk jadi juara," ujar Nasywa.

Pelatih Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, memuji semangat juang para pemainnya yang tetap tampil maksimal meski mulai kelelahan.

"Alhamdulilah Akademi Persib Bandung bisa melangkah ke fase selanjutnya. Ini pertandingan yang sangat luar biasa, karena saling jual beli serangan. Saya menekankan untuk lebih sabar bermainnya dan sesuai skema. Dari pinggir lapangan saya hanya bisa memberikan motivasi pada mereka. Saya akan serahkan pada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua. Tapi yang jelas untuk lawan besok, ditunggu sama 'Maung Bandung'," tegasnya.

Meski gagal lolos ke final, striker Putri JP Jakarta, Kikka Putri Ramadani, tetap bangga dengan perjuangan timnya.

"Kecewa karena kalah, tapi saya bangga dengan teman-teman yang telah berjuang di lapangan. Kami habiskan semua tenaga dan berikan yang terbaik buat pelatih. Di semifinal ini lawannya tangguh. Ini merupakan perjalanan buat kami, semoga bisa lebih baik lagi. Turnamen ini menjadi wadah untuk kami belajar dan berkembang. Tentu aku selalu berusaha cetak gol dan push kemampuan diri aku sendiri untuk menampilkan yang terbaik," katanya.

Pelatih Putri JP Jakarta, Herry Susilo, menilai pengalaman tampil di kompetisi nasional sangat penting untuk membangun mental para pemain muda.

"Saya apresiasi penuh perjuangan mereka. Walaupun tertinggal, semangat mereka ingin selalu tidak kalah. Di laga tadi kita tidak berbicara teknis, tapi mental lawan lebih siap daripada Putri JP Jakarta yang masih nervous. Hal itu membuat komunikasi di lapangan tidak jalan. Turnamen ini luar biasa. Selama ini kami tidak punya kompetisi sepak bola putri yang jelas. Terima kasih kepada HYDROPLUS dan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Semoga kompetisi ini dilanjutkan dengan tim yang lebih banyak," ujarnya.

Putri Garut Singkirkan Arema FC Women



Semifinal lainnya mempertemukan Putri Garut dengan Arema FC Women. Kedua tim tampil hati-hati sehingga pertandingan lebih banyak berlangsung di lini tengah. Pressing ketat membuat peluang bersih sangat minim sepanjang babak pertama.

Putri Garut sempat mengancam melalui kerja sama Irna dan Diana Annisa Rahmawati, sementara Arema memperoleh peluang terbaik lewat Oktavia Safara Putri yang berhasil lolos dari jebakan offside. Namun, penyelamatan gemilang Alwiwie Sunanto membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, ritme pertandingan tidak banyak berubah. Kedua tim bermain lebih sabar untuk menghindari kesalahan.

Gol kemenangan Putri Garut akhirnya lahir akibat kesalahan kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti, saat mengantisipasi bola panjang yang dikirim Nazwa Bilbina Putri. Bola yang seharusnya mudah diamankan justru masuk ke gawang sendiri dan membawa Putri Garut unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Arema FC Women meningkatkan tekanan hingga akhir pertandingan. Namun, pertahanan rapat Putri Garut mampu bertahan sehingga skor 1-0 tetap bertahan sampai peluit panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!