Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
Minggu, 12 Juli 2026 - 20:23 WIB
Kapten Akademi Persib Bandung, Gadhiza Asnanza, menyebut gelar juara ini sebagai hasil dari semangat pantang menyerah timnya.
"Pastinya saya bangga dengan tim, karena mereka tidak menyerah di awal. Yang juara itu dilihat dari siapa yang mau berlari (bekerja lebih keras). Jadi kami walaupun di awal sempat kalah dari Arema, akhirnya bisa membuktikan untuk menjadi sang juara. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan tim U-18 ini. Ini juga akan menjadi last dance saya di kategori U-18 karena tahun depan usia saya sudah naik. Jadi ini juga saya dedikasikan untuk junior saya Akademi Persib Bandung agar mereka melanjutkan perjuangan ke depannya,” ungkap sang kiper.
Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, menilai kompetisi ini memberi dampak besar terhadap perkembangan sepak bola putri.
“Untuk kompetisi ini, baik di regional maupun nasional, yang kami jalani sampai sekarang itu memberikan kontribusi yang sangat positif sekali untuk kemajuan dan kemampuan pemain dalam meningkatkan skill mereka. Sebab, kami memiliki wadah kompetisi yang rutin dan itu sangat berpengaruh baik bagi pelatih maupun pemain. Bagi pelatih, kami dituntut untuk terus berpikir, beradaptasi dengan taktik tim lawan, serta mengevaluasi kekurangan tim di latihan. Sedangkan dari sisi pemain, mereka termotivasi untuk giat berlatih karena ingin mendapatkan menit bermain di kompetisi, terutama untuk seri nasional ini. Hari ini kita bisa melihat kemampuan mereka yang sangat bagus dan merata, tidak ada ketimpangan kualitas yang mencolok. Dan saya rasa itu semua berkat adanya liga regional yang bergulir di daerah masing-masing,” jelas Coach Dian.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi penyelenggaraan Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 karena dinilai tidak hanya mendukung pembinaan atlet, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui konsep sport tourism.
“Selamat kepada seluruh pemenang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 yang telah berjuang keras hingga mampu menjejakkan kaki di podium tertinggi. Mewakili masyarakat Kabupaten Kudus, kami berterimakasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus yang telah menyelenggarakan turnamen level nasional ini. Kami percaya sepakbola putri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Terlebih Kabupaten Kudus menjadi pusat pengembangan sepakbola putri yang selaras dengan visi untuk mendorong sport tourism. Tak hanya itu, ajang ini juga mendongkrak potensi ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang ikut terlibat dan mendukung di seluruh lini penyelenggaraan,” kata Sam’ani.
Direktur PT Savoria Kreasi Rasa, Didiet Fadriana Abdulkadir, menilai turnamen ini menjadi bukti semakin berkembangnya sepak bola putri Indonesia.
"Sepak bola putri kini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Kami melihat ada potensi yang sangat besar pada talenta-talenta muda pesepak bola putri kita. Melalui turnamen-turnamen yang kami gulirkan ini, kami ingin membantu mewujudkan harapan masyarakat Indonesia agar kelak kita memiliki tim nasional putri yang tangguh dan mampu berbicara banyak di kancah internasional,” ujar Didiet.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan pihaknya akan terus menjaga keberlanjutan kompetisi berjenjang sepak bola putri di Indonesia.
“Kami akan terus mengawal kompetisi berjenjang ini agar jalur pembinaan atlet nasional kita tidak terputus. Bahkan, kami juga memperluas kota-kota penyelenggaraan sehingga ekosistem sepakbola putri ini semakin meluas dan merata di seluruh Indonesia. Kami tidak akan mundur dalam memajukan sepak bola putri Indonesia," tegas Yoppy.
Ajang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 juga menjadi arena pemantauan bakat bagi Timnas U-16 Putri Indonesia. Pelatih Timo Scheunemann, bersama Coach Takumi Taniguchi dan Coach Jacksen F Tiago, menyaring pemain-pemain potensial untuk memperkuat dua skuad Timnas U-16 pada ajang Srikandi Merdeka Cup bulan Agustus mendatang.
“Kami secara detail melihat kriteria pemain lewat beberapa pertandingan. Ini menyangkut nasib dan masa depan, jadi kami ingin objektif dan adil kepada semua pemain. Kami melihat beberapa aspek seperti kemampuan positioning, game intelligence saat mengambil keputusan, aspek fisik dan atletisme benar-benar kami perhatikan. Ini adalah tim kelompok umur, bukan Timnas senior, sehingga proses pematangan individu pemain adalah hal yang paling utama,” ujar Timo.
Pada Srikandi Merdeka Cup, Indonesia akan menghadapi Thailand, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Filipina, dan Jordania.
“Tidak hanya bertanding dan berjuang meraih gelar juara, tapi Srikandi Merdeka Cup juga menjadi ajang talent scouting untuk kualifikasi Piala Asia Wanita AFC U-17 2026, Oktober mendatang,” tutur Coach Timo.
"Pastinya saya bangga dengan tim, karena mereka tidak menyerah di awal. Yang juara itu dilihat dari siapa yang mau berlari (bekerja lebih keras). Jadi kami walaupun di awal sempat kalah dari Arema, akhirnya bisa membuktikan untuk menjadi sang juara. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan tim U-18 ini. Ini juga akan menjadi last dance saya di kategori U-18 karena tahun depan usia saya sudah naik. Jadi ini juga saya dedikasikan untuk junior saya Akademi Persib Bandung agar mereka melanjutkan perjuangan ke depannya,” ungkap sang kiper.
Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, menilai kompetisi ini memberi dampak besar terhadap perkembangan sepak bola putri.
“Untuk kompetisi ini, baik di regional maupun nasional, yang kami jalani sampai sekarang itu memberikan kontribusi yang sangat positif sekali untuk kemajuan dan kemampuan pemain dalam meningkatkan skill mereka. Sebab, kami memiliki wadah kompetisi yang rutin dan itu sangat berpengaruh baik bagi pelatih maupun pemain. Bagi pelatih, kami dituntut untuk terus berpikir, beradaptasi dengan taktik tim lawan, serta mengevaluasi kekurangan tim di latihan. Sedangkan dari sisi pemain, mereka termotivasi untuk giat berlatih karena ingin mendapatkan menit bermain di kompetisi, terutama untuk seri nasional ini. Hari ini kita bisa melihat kemampuan mereka yang sangat bagus dan merata, tidak ada ketimpangan kualitas yang mencolok. Dan saya rasa itu semua berkat adanya liga regional yang bergulir di daerah masing-masing,” jelas Coach Dian.
Dorong Prestasi dan Sport Tourism
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi penyelenggaraan Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 karena dinilai tidak hanya mendukung pembinaan atlet, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui konsep sport tourism.
“Selamat kepada seluruh pemenang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 yang telah berjuang keras hingga mampu menjejakkan kaki di podium tertinggi. Mewakili masyarakat Kabupaten Kudus, kami berterimakasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus yang telah menyelenggarakan turnamen level nasional ini. Kami percaya sepakbola putri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Terlebih Kabupaten Kudus menjadi pusat pengembangan sepakbola putri yang selaras dengan visi untuk mendorong sport tourism. Tak hanya itu, ajang ini juga mendongkrak potensi ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang ikut terlibat dan mendukung di seluruh lini penyelenggaraan,” kata Sam’ani.
Direktur PT Savoria Kreasi Rasa, Didiet Fadriana Abdulkadir, menilai turnamen ini menjadi bukti semakin berkembangnya sepak bola putri Indonesia.
"Sepak bola putri kini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Kami melihat ada potensi yang sangat besar pada talenta-talenta muda pesepak bola putri kita. Melalui turnamen-turnamen yang kami gulirkan ini, kami ingin membantu mewujudkan harapan masyarakat Indonesia agar kelak kita memiliki tim nasional putri yang tangguh dan mampu berbicara banyak di kancah internasional,” ujar Didiet.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan pihaknya akan terus menjaga keberlanjutan kompetisi berjenjang sepak bola putri di Indonesia.
“Kami akan terus mengawal kompetisi berjenjang ini agar jalur pembinaan atlet nasional kita tidak terputus. Bahkan, kami juga memperluas kota-kota penyelenggaraan sehingga ekosistem sepakbola putri ini semakin meluas dan merata di seluruh Indonesia. Kami tidak akan mundur dalam memajukan sepak bola putri Indonesia," tegas Yoppy.
Dipantau Timnas U-16 Putri
Ajang Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 juga menjadi arena pemantauan bakat bagi Timnas U-16 Putri Indonesia. Pelatih Timo Scheunemann, bersama Coach Takumi Taniguchi dan Coach Jacksen F Tiago, menyaring pemain-pemain potensial untuk memperkuat dua skuad Timnas U-16 pada ajang Srikandi Merdeka Cup bulan Agustus mendatang.
“Kami secara detail melihat kriteria pemain lewat beberapa pertandingan. Ini menyangkut nasib dan masa depan, jadi kami ingin objektif dan adil kepada semua pemain. Kami melihat beberapa aspek seperti kemampuan positioning, game intelligence saat mengambil keputusan, aspek fisik dan atletisme benar-benar kami perhatikan. Ini adalah tim kelompok umur, bukan Timnas senior, sehingga proses pematangan individu pemain adalah hal yang paling utama,” ujar Timo.
Pada Srikandi Merdeka Cup, Indonesia akan menghadapi Thailand, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Filipina, dan Jordania.
“Tidak hanya bertanding dan berjuang meraih gelar juara, tapi Srikandi Merdeka Cup juga menjadi ajang talent scouting untuk kualifikasi Piala Asia Wanita AFC U-17 2026, Oktober mendatang,” tutur Coach Timo.
Lihat Juga :