Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 02:02 WIB
Menanggapi situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam segala bentuk ancaman terhadap pemain tim nasional.

"Sepak bola harus menjadi ruang untuk persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan panggung bagi kebencian, intimidasi, atau kekerasan. Karena itu, Federasi mengajak seluruh rakyat Kolombia memastikan bahwa perbedaan yang muncul dalam kompetisi olahraga tidak pernah berubah menjadi ancaman atau tindakan agresif terhadap mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk mewakili negara," tulis FCF.

Federasi juga mendesak Kejaksaan Agung Kolombia agar segera mengidentifikasi dan memproses hukum para pelaku yang menyebarkan ancaman terhadap Campaz.

Di tengah situasi tersebut, Campaz akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan emosional, ia meminta masyarakat Kolombia menghentikan kebencian dan mengedepankan rasa hormat.

"Kolombiaku, jangan pernah kehilangan rasa hormat. Kita mungkin memiliki pandangan berbeda atau merasakan frustrasi dan kesedihan, tetapi tidak ada gairah yang membenarkan kebencian atau membuat seseorang harus hidup dalam ketakutan," tulis Campaz.

Ia mengaku sejak kecil selalu bermimpi membela negaranya di Piala Dunia dan menyebut kesempatan mengenakan seragam Kolombia sebagai kehormatan terbesar dalam hidupnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!