5 Timnas Raksasa Kini Dipimpin Pelatih Lokal: Tren Baru usai Piala Dunia 2026!
Senin, 27 Juli 2026 - 14:08 WIB
Sepanjang kariernya, ia sukses membawa Benfica meraih tiga gelar Liga Portugal beruntun, mengantar Flamengo menjuarai Copa Libertadores dan Liga Brasil, hingga mempersembahkan gelar Liga Arab Saudi bersama Al Hilal dan Al Nassr.
Kini, tugas terbesarnya adalah membawa Portugal kembali bersaing di level tertinggi dunia.
Meksiko juga memulai era baru dengan menunjuk legenda El Tri, Rafael Marquez, sebagai penerus Javier Aguirre. Marquez sebelumnya menjadi asisten Aguirre saat Piala Dunia 2026 dan dinilai sebagai sosok ideal untuk melanjutkan proyek regenerasi tim nasional.
Mantan bek Barcelona itu memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda. Saat menangani Barcelona Atletic, ia turut membina sejumlah talenta yang kini bersinar seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Fermin Lopez.
Bersama generasi baru Meksiko yang dihuni Gilberto Mora, Mateo Chavez, Brian Gutierrez hingga Obed Vargas, Marquez diharapkan mampu membawa El Tri kembali menjadi kekuatan utama kawasan CONCACAF sekaligus tampil kompetitif di Piala Dunia 2030.
Keputusan lima negara tersebut menunjukkan adanya perubahan arah dalam sepak bola internasional. Alih-alih mencari pelatih asing, federasi kini lebih memilih figur lokal yang memahami identitas sepak bola negaranya. Menarik dinantikan apakah tren ini akan berujung pada kebangkitan kekuatan-kekuatan tradisional dunia pada siklus menuju Piala Dunia 2030.
Kini, tugas terbesarnya adalah membawa Portugal kembali bersaing di level tertinggi dunia.
5. Rafael Marquez (Meksiko)
Meksiko juga memulai era baru dengan menunjuk legenda El Tri, Rafael Marquez, sebagai penerus Javier Aguirre. Marquez sebelumnya menjadi asisten Aguirre saat Piala Dunia 2026 dan dinilai sebagai sosok ideal untuk melanjutkan proyek regenerasi tim nasional.
Mantan bek Barcelona itu memiliki reputasi bagus dalam mengembangkan pemain muda. Saat menangani Barcelona Atletic, ia turut membina sejumlah talenta yang kini bersinar seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Fermin Lopez.
Bersama generasi baru Meksiko yang dihuni Gilberto Mora, Mateo Chavez, Brian Gutierrez hingga Obed Vargas, Marquez diharapkan mampu membawa El Tri kembali menjadi kekuatan utama kawasan CONCACAF sekaligus tampil kompetitif di Piala Dunia 2030.
Keputusan lima negara tersebut menunjukkan adanya perubahan arah dalam sepak bola internasional. Alih-alih mencari pelatih asing, federasi kini lebih memilih figur lokal yang memahami identitas sepak bola negaranya. Menarik dinantikan apakah tren ini akan berujung pada kebangkitan kekuatan-kekuatan tradisional dunia pada siklus menuju Piala Dunia 2030.
(sto)
Lihat Juga :