Bayern Lupa Rasanya Kalah

Kamis, 24 September 2020 - 11:35 WIB
Keberanian Sevilla melakukan pressing tinggi terhadap pertahanan lawan terlihat dalam statistik mereka dengan fase penguasaan bola mereka dimulai rata-rata 39,4 m dari gawang mereka sendiri atau tertinggi kedua di Liga Europa musim lalu. Sevilla bahkan mampu mempertahankan pressing tinggi ini (37,5 m) di final melawan Inter Milan. (Baca juga: Tangani Wabah Corona, RI Pinjam Lagi ke ADB)

Dari sisi mentalitas, Sevilla begitu mumpuni. Mereka tetap mampu bermain bagus meski berada di bawah tekanan lawan. Mereka juga mampu merebut kembali kendali permainan tanpa mengubah strategi. Itu berjalan dengan baik karena seluruh pemain Sevilla sangat memahami instruksi yang diberikan Pelatih Julen Lopetegui.

Permasalahannya, dua pemain penting Sevilla musim lalu sudah pergi. Reguilon hengkang ke Tottenham Hotspur dan Banega hijrah ke Al-Shabab. Tapi, mereka memiliki Sergio Escuredo di bek kiri dan mendatangkan gelandang berpengalaman Ivan Rakitic dari Barcelona musim panas ini.

“Ini adalah soal melawan Bayern, tim terbaik di dunia saat ini. Kami tahu bahwa kami tidak hanya ingin menjadi penggembira. Kami sangat menghormati dan mengagumi tim ini, tapi kami juga tim yang sangat bangga, ambisius, dan bersemangat,” tandas Lopetegui.

Meski menganggap Bayern sebagai lawan kuat, mantan bos FC Porto dan Real Madrid tersebut menegaskan Sevilla akan tampil dengan seluruh potensi terbaik untuk menjadi juara Super Eropa keduanya setelah 2006 sekaligus membalas kekalahan agregat 1-2 pada perempat final Liga Champions musim 2017/2018. (Lihat videonya: Gelar Habib, Asal Muasal dan Sejarahnya di Indonesia)

“Kami sepenuhnya berniat tampil di final dengan keinginan untuk menunjukkan diri kami sendiri. Ini tidak akan mudah, tapi itulah yang kami harapkan,” katanya. (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!