Faktor Lambatnya MU di Bursa Transfer

Kamis, 24 September 2020 - 12:35 WIB
Masalah lainnya, MU yang dimiliki keluarga Glazers enggan menggelontorkan dana besar. Begitu ironis, The Red Devils, sang pengoleksi 20 gelar Liga Primer, hanya seperti penonton melihat betapa royalnya para rival seperti Liverpool, Manchester City (Man City), Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur merekrut para pemain di bursa transfer. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina Terganjal Ganti Rugi)

Kenyataan pahit tersebut memantik kemarahan fans MU. Di media sosial, mereka melakukan protes dan menuntut Glazers meninggalkan klub. Keprihatinan terhadap kondisi MU dirasakan mantan kapten Patrice Evra. Evra secara terbuka menganggap MU keliru menerapkan strategi.

Dia menilai Woodward tidak cakap memilih Richard Arnold selaku akunting menjadi seorang negosiator di bursa transfer yang justru mempersulit keadaan. Hal itu membuat Ole Gunnar Solskjaer turun tangan berbicara dari hati ke hati saat mendatangkan Van de Beek seperti yang dilakukan Sir Alex Ferguson dulu.

Evra menilai MU harus mengubah cara mereka dan menempatkan orang-orang berkompeten dengan bidangnya dalam hal ini yang mengurusi bursa transfer. Jika tidak dilakukan, dia menganggap MU bakal terjebak dalam situasi serupa di setiap musim. (Lihat videonya: Riau Jadi Pusat Perhatian Penanganan Karhutla)

“Permasalahannya adalah Woodward memercayai orang yang seharusnya tidak dia percayai. Dia bahkan lebih percaya dengan orang dari luar klub. Seorang seperti Arnold adalah alasan di balik uang yang didapat klub,” kata Evra, menyindir, dilansir express.co.uk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!