Sulit Kalahkan Mercedes, Verstappen Belum Menyerah
Kamis, 24 September 2020 - 13:35 WIB
Saat ini, Verstappen mengakui tak lagi berambisi mengejar gelar juara dunia karena sudah tertinggal sangat jauh dari duet Mercedes Hamilton dan Valtteri Bottas di klasemen sementara. Dua lawannya sudah mengoleksi poin masing-masing 190 dan 135. Sementara dirinya tertahan di angka 110 akibat dua kali DNF di seri Monza dan Mugello.
Namun, Verstappen tetap ingin berusaha kerasa untuk mengejar dengan memanfaatkan sisa balapan di musim ini, termasuk di Sochi yang memiliki tingkat kesulitan yang besar saat balapan. Jadi, dia akan mencoba melakukan yang terbaik sejak babak kualifikasi. "Sochi juga bukan trek yang mudah untuk saling menyalip. Semoga saja saya tak perlu banyak menyalip lawan untuk dapatkan hasil terbagus," ungkap Verstappen.
Sementara itu, Kepala tim Red Bull Christian Horner mengaku sangat memahami apa yang dirasakan pembalapnya. Dia menyadari bahwa Verstappen sangat berambisi bisa menjadi juara dunia F1. Namun, kejadian mengecewakan di Monza dan Mugello membuatnya berpikir ulang dari Targetnya tersebut. (Lihat videonya: Gelar Habib, Asal Muasal dan Sejarahnya di Indonesia)
Ya, Verstappen menjalani dua balapan dengan mengalami masalah teknis dan pengunduran dirinya di Monza dan Mugello. Itu sekaligus menjadi DNF ketiganya musim ini, setelah sebelumnya juga gagal menyelesaikan pembukaan musim di Austria. Horner pun yakin bahwa Verstappen sangat frustrasi dengan kejadian itu. Namun, dia akan berusaha mengembalikan mental sang pembalap jelang balapan di Sochi.
"Frustrasi Verstappen pada DNF lain benar-benar bisa dimengerti. Dia (Verstappen) harus mengeluarkannya dari sistemnya sekarang dan kemudian melihat ke depan. Kami akan membahasnya dengannya sebelum Sochi dan mendiskusikan apa yang telah dilakukan di balik layar antara Honda dan tim untuk membantu sehingga diperbaiki untuk balapan berikutnya,” ungkap Horner. (Raikhul Amar)
Namun, Verstappen tetap ingin berusaha kerasa untuk mengejar dengan memanfaatkan sisa balapan di musim ini, termasuk di Sochi yang memiliki tingkat kesulitan yang besar saat balapan. Jadi, dia akan mencoba melakukan yang terbaik sejak babak kualifikasi. "Sochi juga bukan trek yang mudah untuk saling menyalip. Semoga saja saya tak perlu banyak menyalip lawan untuk dapatkan hasil terbagus," ungkap Verstappen.
Sementara itu, Kepala tim Red Bull Christian Horner mengaku sangat memahami apa yang dirasakan pembalapnya. Dia menyadari bahwa Verstappen sangat berambisi bisa menjadi juara dunia F1. Namun, kejadian mengecewakan di Monza dan Mugello membuatnya berpikir ulang dari Targetnya tersebut. (Lihat videonya: Gelar Habib, Asal Muasal dan Sejarahnya di Indonesia)
Ya, Verstappen menjalani dua balapan dengan mengalami masalah teknis dan pengunduran dirinya di Monza dan Mugello. Itu sekaligus menjadi DNF ketiganya musim ini, setelah sebelumnya juga gagal menyelesaikan pembukaan musim di Austria. Horner pun yakin bahwa Verstappen sangat frustrasi dengan kejadian itu. Namun, dia akan berusaha mengembalikan mental sang pembalap jelang balapan di Sochi.
"Frustrasi Verstappen pada DNF lain benar-benar bisa dimengerti. Dia (Verstappen) harus mengeluarkannya dari sistemnya sekarang dan kemudian melihat ke depan. Kami akan membahasnya dengannya sebelum Sochi dan mendiskusikan apa yang telah dilakukan di balik layar antara Honda dan tim untuk membantu sehingga diperbaiki untuk balapan berikutnya,” ungkap Horner. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :