Ujian Berat Djokovic di Semifinal Prancis Terbuka 2020

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 13:35 WIB
Bagi Djokovic , ini sekaligus menjadi pembalasan kesalahan sebelumnya saat bertemu Carreno Busta di AS Terbuka, bulan lalu. Ketika itu, dia didiskualifikasi karena secara tidak sengaja memukul bola yang mengenai leher hakim garis. Tindakan itu dianggap sebagai kesalahan dan menjadi satu-satunya cacat pada rekor 36-1 Djokovic pada tahun 2020. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Jadikan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)

Namun, di pertandingan ini, Djokovic tampaknya telah melewati episode memori kelam tersebut. Terbukti, dia sudah memenangkan semua 10 pertandingan yang telah dimainkan, termasuk saat menjadi juara di Italia Terbuka. Pencapaian ini sekaligus membuat dirinya semakin dekat untuk merengkuh gelar Grand Slam ke-18 dalam kariernya.

"Banyak pemain telah mengatakannya sebelum saya, empat Grand Slam ini paling penting dalam sejarah tenis. Ini adalah pertandingan tenis paling populer di dunia dan banyak pemain bermimpi untuk memenangkannya. Jadi, saya ingin terus mewujudkannya di setiap ada kesempatan," ujarnya.

Di sisi lain, Carreno Busta tidak begitu saja menerima kekalahannya dari Djokovic. Unggulan ke-17 itu menilai lawannya melakukan tindakan yang kurang fair. Ketika dia unggul di set pertama, Djokovic kerap meminta penanganan fisioterapis. Menurutnya, trik itu sering dipraktikkan Djokovic ketika sedang tertinggal dalam sebuah pertandingan. (Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak)

"Dia ( Djokovic ) tidak mengejutkan saya (meminta didatangkan fisio di sela pertandingan). Itu hal yang bagus. Itu pertanda dia kalah dan saya bermain bagus, karena dia selalu melakukannya. Itu sesuatu yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Saat down, dia meminta pelatih (memanggilkan tim medis)," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!