Klub Liga Indonesia Minta Jaminan Kompetisi Kembali Bergulir

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:35 WIB
“Jika sampai 20 Oktober tak ada kepastian (kelanjutan liga), semua klub sebaiknya berhenti berlatih dan training from home sambil saling mendoakan sehat. Jika latihan dan kompetisi berhenti, kontrak 2.590 pemain dan ofisial akan bermasalah,” tulis Achsanul Qosasi dalam akun Twitter-nya kemarin.

Menurut dia, masalah tersebut tidak bisa dihindari karena seluruh klub sudah melakukan renegosiasi kontrak dengan pemain dan ofisial menyusul penyesuaian nilai gaji akibat pandemi virus korona. Achsanul Qosasi menyatakan tim tidak dapat membatalkan kontrak kendati kelanjutan liga tidak jelas. (Baca juga: Kemendikbud Akan Kembangkan SMK untuk Membangun Desa)

“Seandainya kompetisi diputuskan dihentikan sejak April, mungkin klub dan pemain tidak bingung seperti sekarang. Saat itu ada Keppres Covid Nomor 12/2020 sebagai bencana nasional. Tidak mungkin klub membatalkan kontrak dengan alasan tak dapat izin dari kepolisian,” tandasnya.

PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional sebelumnya sudah memastikan akan melanjutkan Liga Indonesia . Sebagai antisipasi, tiga skenario disiapkan, yakni menggelar kompetisi pada 1 November atau mundur hingga 1 Desember. Jika tenggat waktu tersebut tidak terealisasi, federasi akan memutuskan melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 pada 1 Januari dengan format berbeda.

Namun jaminan tersebut ternyata tidak membuat pihak klub yang sebelumnya sudah melakukan renegosiasi kontrak dengan pemain dan ofisial tenang. Selain itu dalam satu bulan terakhir seluruh tim sudah menggelar latihan lantaran sebelumnya operator menyatakan akan menggelar kompetisi pada 1 Oktober lalu. (Baca juga: Perkuat Imunitas Agar tetap Sehat Selama Pandemi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!