Fakta Menarik Jelang El Clasico, Sabtu (24/10/2020)
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 08:01 WIB
Sorotan juga jatuh pada kedua pelatih
Ronald Koeman bergabung dengan Barcelona di tahun 1989, menjuarai Copa del Rey di musim pertama dengan mengalahkan Real Madrid di final. Gol terbaiknya di LaLiga terjadi di tahun 1994, dimana ia mencetak gol tendangan bebas jarak jauh dalam kemenangan 5-0 atas Real Madrid di Camp Nou. Pelatih asal Belanda ini juga mencetak lima gol dalam 11 penampilan El Clásico, menunjukkan insting menyerangnya dan menjadikannya bek dengan catatan gol terbanyak sepanjang masa bagi Barcelona (88 gol). Ia adalah bek dengan catatan gol terbanyak di LaLiga, hingga Sergio Ramos memecahkan rekornya musim lalu.
Zinedine Zidane bermain melawan Barcelona sebanyak tujuh kali sebagai pemain di LaLiga (W2 D3 L2), mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Barça yang berisikan nama-nama besar seperit Ronaldinho dan Samuel Eto’o pada tahun 2004. Namun, momen terbaiknya melawan Barça terjadi di ajang Liga Champions. Zidane mencetak gol chip luar biasa di leg pertama di Camp Nou, untuk membawa Madrid melaju ke final – pertandingan final yang sama ketika ia mencetak gol voli luar biasa melawan Bayer Leverkusen.
Zidane menuai lebih banyak kesuksesan ketika menjabat sebagai pelatih Real Madrid, termasuk dua gelar LaLiga Santander (2017, 2020), dan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) dalam dua periodenya sebagai pelatih. Ia disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub: Zidane berhasil membawa Madrid menjuarai 11 trofi, hanya kalah dari raihan Miguel Muñoz dengan 14 trofi. (Baca Juga: Kalah Beruntun, Alarm Bahaya buat Madrid Jelang Laga El Clasico )
Ronald Koeman bergabung dengan Barcelona di tahun 1989, menjuarai Copa del Rey di musim pertama dengan mengalahkan Real Madrid di final. Gol terbaiknya di LaLiga terjadi di tahun 1994, dimana ia mencetak gol tendangan bebas jarak jauh dalam kemenangan 5-0 atas Real Madrid di Camp Nou. Pelatih asal Belanda ini juga mencetak lima gol dalam 11 penampilan El Clásico, menunjukkan insting menyerangnya dan menjadikannya bek dengan catatan gol terbanyak sepanjang masa bagi Barcelona (88 gol). Ia adalah bek dengan catatan gol terbanyak di LaLiga, hingga Sergio Ramos memecahkan rekornya musim lalu.
Zinedine Zidane bermain melawan Barcelona sebanyak tujuh kali sebagai pemain di LaLiga (W2 D3 L2), mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Barça yang berisikan nama-nama besar seperit Ronaldinho dan Samuel Eto’o pada tahun 2004. Namun, momen terbaiknya melawan Barça terjadi di ajang Liga Champions. Zidane mencetak gol chip luar biasa di leg pertama di Camp Nou, untuk membawa Madrid melaju ke final – pertandingan final yang sama ketika ia mencetak gol voli luar biasa melawan Bayer Leverkusen.
Zidane menuai lebih banyak kesuksesan ketika menjabat sebagai pelatih Real Madrid, termasuk dua gelar LaLiga Santander (2017, 2020), dan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) dalam dua periodenya sebagai pelatih. Ia disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub: Zidane berhasil membawa Madrid menjuarai 11 trofi, hanya kalah dari raihan Miguel Muñoz dengan 14 trofi. (Baca Juga: Kalah Beruntun, Alarm Bahaya buat Madrid Jelang Laga El Clasico )
(bbk)
Lihat Juga :