Kembali Tertunda, Prancis Terbuka Akan Digelar Tanpa Penonton
Sabtu, 09 Mei 2020 - 14:30 WIB
Meski begitu, penyelenggara Prancis Terbuka telah melakukan pembicaraan dengan badan pengelola olahraga untuk menyempurnakan jadwal di tengah laporan tertundanya Turnamen Grand Slam. Apalagi, jadwal penundaan ini juga mendapatkan kecaman karena jadwal tersebut berbenturan dengan musim lapangan keras.
Pada Maret lalu, panitia Prancis Terbuka memang mengumumkan tanggal baru pada 20 September. Tapi, media Prancis mengklaim turnamen lapangan tanah liat itu akan dimulai sepekan kemudian, yakni pada 27 September. Pemilihan tanggal itu merupakan waktu yang paling tepat. Karena, ini akan membuat para petenis mendapatkan waktu jeda dua pekan setelah berakhirnya Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2020.
“Kami mengambil keputusan pada pertengahan Maret untuk menunda Roland Garros dari 20 September hingga 4 Oktober. Sejak itu, kami telah mendiskusikan dengan badan-badan internasional dari berbagai organisasi (Federasi Tenis Internasional, WTA, ATP) mengenai jadwal optimal untuk bagian kedua musim ini yang akan segera diselesaikan dengan berbagai pihak terkait,” kata juru bicara FTF.
Sementara itu, pihak Prancis Terbuka bersama tiga panitia Grand Slam lainnya dan organisasi tenis dunia mengumpulkan lebih dari USD6 juta (Rp89,6 miliar) untuk membantu pemain yang terkena dampak pandemi Covid-19. Program bantuan pemain ini ditargetkan sekitar 800 pemain tunggal dan ganda secara kolektif dalam tur putra dan putri yang membutuhkan dukungan finansial.
ATP dan WTA akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan donasi kepada para petenis yang membutuhkan masing-masing wilayahnya. “Penciptaan program bantuan pemain adalah demonstrasi positif dari kemampuan olahraga untuk bersatu selama masa krisis ini,” kata badan tenis dunia, termasuk ATP dan WTA, bersama dengan Federasi Tenis Internasional, dalam sebuah pernyataan bersama. (Raikhul Amar)
Pada Maret lalu, panitia Prancis Terbuka memang mengumumkan tanggal baru pada 20 September. Tapi, media Prancis mengklaim turnamen lapangan tanah liat itu akan dimulai sepekan kemudian, yakni pada 27 September. Pemilihan tanggal itu merupakan waktu yang paling tepat. Karena, ini akan membuat para petenis mendapatkan waktu jeda dua pekan setelah berakhirnya Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2020.
“Kami mengambil keputusan pada pertengahan Maret untuk menunda Roland Garros dari 20 September hingga 4 Oktober. Sejak itu, kami telah mendiskusikan dengan badan-badan internasional dari berbagai organisasi (Federasi Tenis Internasional, WTA, ATP) mengenai jadwal optimal untuk bagian kedua musim ini yang akan segera diselesaikan dengan berbagai pihak terkait,” kata juru bicara FTF.
Sementara itu, pihak Prancis Terbuka bersama tiga panitia Grand Slam lainnya dan organisasi tenis dunia mengumpulkan lebih dari USD6 juta (Rp89,6 miliar) untuk membantu pemain yang terkena dampak pandemi Covid-19. Program bantuan pemain ini ditargetkan sekitar 800 pemain tunggal dan ganda secara kolektif dalam tur putra dan putri yang membutuhkan dukungan finansial.
ATP dan WTA akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan donasi kepada para petenis yang membutuhkan masing-masing wilayahnya. “Penciptaan program bantuan pemain adalah demonstrasi positif dari kemampuan olahraga untuk bersatu selama masa krisis ini,” kata badan tenis dunia, termasuk ATP dan WTA, bersama dengan Federasi Tenis Internasional, dalam sebuah pernyataan bersama. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :